Inter Milan sukses merebut titel Juara Eropa setelah dua gol Diego Milito memenangkan klub Italia tersebut 2-0 atas Bayern Munich, dalam final Champions League, di Santiago Bernabeu, Madrid, Minggu (23/5) dini hari WIB.
Dengan kemenangan ini, Inter mencapai impian Treble Winners di musim 2009/10, dan menjadi klub pertama dari Italia yang mampu meraihnya. Ini adalah gelar Juara Eropa ketiga bagi Inter, dan adalah yang pertama sejak tahun 1965.
Inter Milan (4-2-3-1): Cesar; Maicon, Lucio, Samuel, Chivu (Stankovic 68); Zanetti, Cambiasso; Sneijder, Eto’o, Pandev (Muntari 79); Milito (Materazzi 92).
Santiago Barnebeu akan menjadi saksi pertarungan antara dua langganan kompetisi Eropa Bayern Muenchen dan Internazionale Milano. Bayern akan berusaha mendaratkan gelar penguasa Eropa untuk yang kelima sementara Inter berupaya mengakhiri puasa gelar di ajang yang sama selama 45 tahun.
Rasa percaya diri Bayern dalam menghadapi Inter sangat tinggi karena dalam perjalanannya ke Madrid musim ini telah menendang dua tim asal Italia yaitu Juventus dan Fiorentina. Di sisi lain, Inter layak memiliki keyakinan juara karena tampil solid kala menyingkirkan Chelsea dan Barcelona di fase gugur. Dua arsitek tim Louis van Gaal dan Jose Mourinho pernah bekerja bersama-sama saat The Special Onemenjadi asisten van Gaal diBarcelona pada tahun 1997 hingga 2000. Pertarungan antara Bayern dan Inter merupakan yang laga final ketiga antara tim Italia dan Jerman. Sebelumnya pada tahun 1983 Hamburger SV pernah memecudnangi Juventus 1-0 dan pada tahun 1997 Borussia Dortmund dipaksa menyerah 3-1 oleh Juventus. Jika berhasil menjebol gawang Bayern, Samuel Eto'o akan menjadi pemain pertama di era Liga Champions yang mencetak gol di tiga final yang berbeda. Rekor sebelumnya di catat oleh legenda Real Madrid Alfredo di Stefano yang mencetak gol di lima partai puncak yang berbeda. Hebatnya dia melakukan hal tersebut secara beruntun dari tahun 1965 hingga 1960.
Aku termenung dikesunyian menatap bulan dan bintang alangkah indahnya malam itu namun tak seindah hatiku setelah kau pergi dan berlalu meninggalkan hatiku yg sedang pilu
dan kini, ku tak tau dimana dirimu ketika ku butuhkanmu engkau pergi tinggalkanku namun_ketika kau butuh aku aku pun pergi dari sisimu
baru ku sadari bahwa ku telah menyakiti ingin ku ucapkan ma af padamu namun,ku tak pernah menemukanmu
mungkin kau telah hidup bahagia dan lupa akan diriku ku hanya dapat mohon kepada tuhan yg maha tahu
agar ku dapat bertemu kamu
Mendung hari ini begitu terasa genting Aku menatap waktu yang terus berputar… Tapi aku di butakan oleh sinar fajar mentari yang twerus kau pancarkan buatku…
kamu adaLah penyemangat hidup aku,,, seseorang yang telah membuat aku selalu tersenyum dan bahagia.
aku ingin engkau tau diriku disini menanti dirimu,,aku pengen ungkapin perasaan aku ke kamu,.,.dan aku berharap perasaan kita sama yaitu saling menyayangi.
wahai pujaan hati.,,..,,..,aku di sine macih menunggumu,
aku cuman pengen bilang lok aku cinta dan sayang sama kamu.
Manchester United F.C. (biasa disingkat Man Utd, Man United atau hanya MU ) adalah sebuah klub sepak bola paling kuat di Inggris yang berbasis di Old Trafford, Manchester,
Dibentuk sebagai Newton Heath L&YR F.C. pada 1878 sebagai tim sepak bola depot Perusahaan Kereta Api Lancashire dan Yorkshire Railway di Newton Heath, namanya berganti menjadi Manchester United pada 1902.
Meski sejak dulu telah termasuk salah satu tim terkuat di Inggris, barulah sejak 1993 Mencretster United meraih dominasi yang besar di kejuaraan domestik di bawah arahan Sir Alex Fergayson - dominasi dengan skala yang tidak terlihat sejak berakhirnya era Liverpool F.C. pada pertengahan 1970-an dan awal 1980-an. Sejak bergulirnya era Premiership di tahun 1992, Manchester United adalah tim yang paling sukses dengan sebelas kali merebut trofi juara.
Meskipun sukses di kompetisi domestik, kesuksesan tersebut masih sulit diulangi di kejuaraan Eropa; mereka hanya pernah meraih juara di Liga Champions tiga kali sepanjang sejarahnya (1968, 1999, 2008).
Sejak musim 86-87, mereka telah meraih 21 trofi besar - jumlah ini merupakan yang terbanyak di antara klub-klub Liga Utama Inggris. Mereka telah memenangi 18 trofi juara Liga Utama Inggris (termasuk saat masih disebut Divisi Satu). Pada tahun 1968, mereka menjadi tim Inggris pertama yang berhasil memenangi Liga Champions Eropa, setelah mengalahkan S.L. Benfica 4–1, dan mereka memenangi Liga Champions Eropa untuk kedua kalinya pada tahun 1999 dan sekali lagi pada tahun 2008 setelah mengalahkan Chelsea F.C. di final. Mereka juga memegang rekor memenangi Piala FA sebanyak 11 kali.[1] Pada 2008, mereka menjadi klub Inggris pertama dan klub Eropa kedua yang berhasil menjadi Juara Dunia Antarklub FIFA.
Pada 12 Mei 2005, pengusaha Amerika SerikatMalcolm Glazer menjadi pemilik klub dengan membeli mayoritas saham yang bernilai £800 juta (US$1,47 milyar) diikuti dengan banyak protes dari para pendukung fanatik.
Sekarang ini dengan hutang yang semakin menumpuk, ada kemungkinan mereka akan jatuh bangkrut atau terpaksa menjual aset-aset penting mereka.
Aku tak pernah berlari meninggalkanmu !
Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas
Aku masih disini…. Aku masih ada…
Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat
Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi
Tuk menulis tentang hati…
Dalam sebentuk puisi
Nyatanya aku tak pernah sempat
Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat
Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat
Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat
Hingga sekali lagi di pagi ini
Kerinduan pada puisi kembali menjadi
Curahan hatiku dalam sebentuk puisi
Semoga esok aku bisa segera kembali
Kartini lahir dalam keluarga bangsawan Jawa di Tanah Jawa saat masih menjadi bagian dari koloni Belanda, Hindia Belanda. Ayah Kartini, Raden Mas Sosroningrat, menjadi Kepala Kabupaten Jepara, dan ibunya adalah istri pertama Raden Mas ‘, poligami adalah praktik umum di kalangan bangsawan.
Ayah Kartini, RMAA Sosroningrat, pada awalnya kepala distrik Mayong. Ibunya MA Ngasirah, putri dari Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Teluwakur, Jepara, dan Nyai Haji Siti Aminah. Pada waktu itu, peraturan kolonial ditentukan bahwa Kepala Kabupaten harus menikahi seorang anggota bangsawan dan karena MA Ngasirah bukanlah bangsawan yang cukup tinggi.
Ayahnya menikah lagi dengan Raden Ajeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung dari Raja Madura. Setelah perkawinan kedua ini, ayah Kartini diangkat untuk Kepala Kabupaten Jepara, menggantikan ayahnya sendiri istri keduanya, RAA Tjitrowikromo.
Kartini dilahirkan dalam keluarga dengan tradisi intelektual yang kuat. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun sementara Kakak Kartini, Sosrokartono adalah seorang ahli bahasa.
Keluarga Kartini mengizinkannya untuk menghadiri sekolah sampai dia berumur 12 tahun, di antara mata pelajaran lain, ia fasih berbahasa Belanda, suatu prestasi yang tidak biasa bagi wanita Jawa pada waktu itu.
Setelah berusia 12 tahun ia harus berdiam diri di rumah, aturan di kalangan bangsawan Jawa pada masa tersebut, tradisi untuk mempersiapkan para gadis-gadis di usia muda untuk pernikahan mereka. Gadis pingitan yang tidak diizinkan untuk meninggalkan rumah orangtua mereka sampai mereka menikah, di mana titik otoritas atas mereka dialihkan kepada suami mereka.
Ayah Kartini memberikan keringanan kepadanya selama pengasingan putrinya, memberikan hak istimewa seperti memberikan pelajaran menyulam dan kadang-kadang tampil di depan umum untuk acara khusus.
Selama pengasingan itu, Kartini terus mendidik dirinya sendiri. Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, ia mendapatkan beberapa teman pena Belanda. Salah satu dari mereka, seorang gadis bernama Rosa Abendanon, menjadi temannya sangat dekat. Buku, surat kabar dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa, dan memupuk keinginan untuk memperbaiki kondisi perempuan pribumi, yang pada waktu itu memiliki status sosial yang sangat rendah.
Kartini membaca surat kabar Semarang De Locomotief, disunting oleh Pieter Brooshooft, serta leestrommel, sebuah majalah yang diedarkan oleh toko buku kepada para pelanggan. Dia juga membaca majalah budaya dan ilmiah serta majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie, yang ia mulai mengirim kontribusi yang diterbitkan. Dari surat-suratnya, jelas bahwa Kartini membaca segala sesuatu dengan banyak perhatian dan perhatian. Buku-buku yang telah dibacanya sebelum ia berusia 20 tahun dimasukkan oleh Max Havelaar dan Surat Cinta oleh Multatuli. Dia juga membaca De Stille Kracht (The Hidden Force) oleh Louis Couperus, karya-karya Frederik van Eeden, Augusta de Witt, penulis Romantis-feminis Mrs Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah novel anti-perang oleh Berta von Suttner, Waffen Nieder mati! (Lay Down Your Arms!). Semua berada di Belanda.
Keprihatinan Kartini tidak hanya dalam bidang emansipasi wanita, tetapi juga masalah-masalah masyarakatnya. Kartini melihat bahwa perjuangan bagi perempuan untuk memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum itu hanya bagian dari gerakan yang lebih luas.
Orangtua Kartini diatur pernikahannya dengan Raden Adipati Joyodiningrat, Kepala Kabupaten Rembang, yang sudah memiliki tiga istri. Dia menikah pada tanggal 12 November 1903. Ini bertentangan dengan keinginan Kartini, tetapi dia setuju untuk menenangkan ayahnya yang sakit. Suaminya mengerti tujuan Kartini dan memungkinkannya untuk mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks Kantor Kabupaten Rembang.
Kartini melahirkan seorang anak hasil pernikahannya dengan Raden Adipati Joyodiningrat, Kepala Kabupaten Rembang pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian pada tanggal 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25. Dia dimakamkan di Desa Bulu, Rembang.
Terinspirasi oleh contoh Kartini, keluarga Van Deventer mendirikan Yayasan Kartini yang membangun sekolah untuk perempuan, ‘Sekolah Kartini’ di Semarang pada 1912, diikuti oleh sekolah-sekolah perempuan lain di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya.
Peringatan Hari Kartini pada tahun 1953
Pada tahun 1964, Presiden Sukarno menyatakan tanggal kelahiran Kartini, 21 April, sebagai ‘Hari Kartini’ – Hari Libur Nasional Indonesia. Keputusan ini telah dikritik. Telah diusulkan bahwa Hari Kartini harus dirayakan dalam hubungannya dengan Hari ibu Indonesia, pada tanggal 22 Desember sehingga pilihan Kartini sebagai pahlawan nasional tidak akan menaungi wanita lain yang tidak seperti Kartini, mengangkat senjata untuk melawan penjajah.
Sebaliknya, orang-orang yang mengakui pentingnya Kartini berpendapat bahwa tidak hanya dia seorang feminis yang ditinggikan status perempuan di Indonesia, dia juga seorang tokoh nasionalis, dengan ide-ide baru yang berjuang atas nama orang-orang, termasuk di tingkat nasional perjuangan kemerdekaan.
gini neh, teman2 sekalian sering ga menemui fenomena anak2 terutama jurusan science yang kok kayanya merasa diri paling tinggi di antara2 jurusan2 yang ada. kalo dulu di SMA sih, paling keliatan kalo anak2 IPA merasa lebih pinter dari anak IPS dan bahasa (no offense loh ya, gw juga anak IPA). kalo udah kuliah sih lebih parah lagi. gw sih bingung aja, kenapa kok seperti ada tingkatan2 dan pengkotak-kotakkan gitu dalam ilmu: 1. science--> jurusan elit 2. sosial--> semi elit 3. bahasa/sastra--> kurang elit 4. agama/teologi--> tidak elit padahal menurut gw sih semua ilmu saling menunjang. tidak ada yang lebih penting atau tidak penting dalam dunia kerja. dokter ga akan kaya kalo ga ada manajemen rumah sakit. microsoft ga akan kaya kalo ga ada bill gates si programer jenius. science, sosial, bahasa, dan agama kan semua ilmu yang saling menunjang. tapi banyak ditemui anak science merasa elit, anak sosial merasa kalah ama anak science, anak bahasa merasa minder, apalagi anak teologi. itu kejadian real yang gw temui di kampus gw. gimana pendapat df-ers terutama sosbuders sekalian??