Selasa, 10 Januari 2012

Makalah Wawasan Ilmu Pengetahuan Sosial

A.    PENDAHULUAN
1.       Latar belakang
                   Alhamdulillah puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan agar mampu menyelesaikan tugas ini, kami dari kelompok 6 atas nama Kharisayus Silviyah dan Achmad Fajar Cahyono dari jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial fakultas tarbiyah kelas A telah berhasil menyelesaikan tugas makalah dari Bpk. Dr. H. Zulfi Mubaroq M,Ag dengan judul “ Sejarah dan Geografi sebagai Kajian IPS” dengan tepat waktu untuk mata kuliah Wawasan IPS
                    Urgensi topik kami yang berjudul Sejarah dan Geografi sebagai Kajian IPS adalah sebagai berikut, pertama Bab ini penting untik dibahas karena sejarah dan geografi termasuk dalam pendidika ilmu pengetahuan sosial, kedua banyak pengetahuan tentang sejarah dan geografi yang belum diketahui oleh sebagian mahasiswa-mahasiswi sehingga banyak dari mereka mengartikan sejarah dan geografi secara kasap mata dan secara asal-asalan, dan yang ketiga Karena sejarah menceritakan peristiwa-peristiwa penting zaman dahulu (lampau), yang penting untuk kita ketahui, dimana keduanya saling berhubugan.
Isi global makalah ini adalah tentang pengertian sejarah maupun pengertian geografi menurut etimologi serta menurut para ahli, pembagian-pembagian sejarah dan geografi, landasan-landasan sejarah dan geografi
2.  Tujuan Pembahasan
a.      Ingin memahami pengertian sejarah.
b.     Ingin memahami apa saja pembagian sejarah itu
c.      Ingin memahami kedudukan dan peranan sejarah
d.     Ingin mengetahui pengertian geografi.
e.      Ingin memahami apa saja pembagian geografi itu.
f.      Ingin memahami prinsip dasar geografi.
g.     Ingin memahami peranan geografi dalam perspektif global.

        3. Rumusan Masalah
a.      Apa pengertian sejarah ?
b.     Apa saja pembagian sejarah itu?
c.      Apa sajakah kedudukan dan peranan sejarah?
d.     Apa pengertian geografi ?
e.      Apa saja pembagian geografi itu?
f.      Apa saja prinsip dasar geografi itu?
g.     Apa peranan geografi dalam perspektif global?













B.    POKOK PEMBAHASAN
1.   Pengertian Sejarah
  Secara etimologi kata sejarah berasal dari kata Arab sajaratun yang artinya pohon. Dalam bahasa Arab sendiri, sejarah disebut tarikh. Adapun kata tarikh dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih adalah waktu aau penanggalan. Kata Sejarah lebih dekat pada bahasa Yunani yaitu historia yang berarti ilmu atau orang pandai. Kemudian dalam bahasa Inggris menjadi history, yang berarti masa lalu manusia. Kata lain yang mendekati acuan tersebut adalah Geschichte yang berarti sudah terjadi.
Dalam istilah bahasa-bahasa Eropa, asal-muasal istilah sejarah yang dipakai dalam literatur bahasa Indonesia itu terdapat beberapa variasi, meskipun begitu, banyak yang mengakui bahwa istilah sejarah berasal-muasal,dalam bahasa Yunani historia. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan history, bahasa Prancis historie, bahasa Italia storia, bahasa Jerman geschichte, yang berarti yang terjadi, dan bahasa Belanda dikenal gescheiedenis.[1]
      Sejarah, babat, hikayat, riwayat, atau tombo dalam bahasa indonesia dapat diartikan kejadian dan peristiwa-peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau atau asal-asul silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah. Pengetahuan sejarah meliputi pengetahuan terhadap berbagai kejadian yang sudah lampau serta pengetahuan cara berpikir secara historis. Orang yang mengkhususkan diri mempelajari sejarah atau ahli sejarah disebut sejarawan.
       Dahulu, pembelajaran mengenai sejarah dikategorikan sebagai bagian dari ilmu budaya (humaniora). Akan tetapi, kini sejarah lebih sering dikategorikan kedalam ilmu sosial, terutama bila menyangkut penurutan sejarah secara kronologis. Sejarah mempelajari riwayat masa lampau atau suatu bidang ilmu pengetahuan yabg menyelediki dan menuturkan masa lampau sesuai dengan metode tertentu yang dapat dipercaya:
a.       Objek studinya adalah peristiwa masa lampau.
b.     Konsep dasar yang melandasi, yakni memahami peristiwa-peristiwa masa lalu dan bagaimana peristiwa itu dihubungkan dengan masa kini dan masa yang akan datang.
c.      Metode penelitiannya, yakni pengumpulan informasi dan pengujian informasi.
d.     Tingkat kepentingan terhadap IPS, membantu memahami masa lalu. Dalam hal ini membantu menunjukkan kesalahan dan cara-cara yang mungkin untuk menghindari kesalahan di masa yang akan datang.[2]
Menilik pada makna secara kebahasaan dari berbagai bahasa di atas dapat ditegaskan bahwa pengertian sejarah menyangkut dengan waktu dan peristiwa. Oleh karena itu masalah waktu penting dalam memahami satu peristiwa, maka para sejarawan cenderung mengatasi masalah ini dengan membuat periodesasi.
Sejarah adalah keadaan masa lampau dengan segala macam kejadian atau kegiatan yang dapat didasari oleh konsep-konsep tertentu. Sejarah mencangkup segala kejadian dalam alam ini, termasuk hal-hal yang dikembangkan oleh budi daya manusia. Demikianlah ada sejarah candi, sejarah fosil, sejarah batu-batuan, sejarah perkembangan benua dan pulau, sejarah politik, sejarah suatu negara, sejarah ilmu, sejarah pendidikan, dan sebagainya.
Sejarah penuh dengan informasi-informasi yang mengandung kejadian, model, konsep, teori, praktik, moral, cita-cita, bentuk dan sebagainya. Informasi-informasi yang lampau ini terutama yang bersifat kebudayaan pada umumnya berisi konsep, praktik, dan hasil yang diperoleh. Sejarah tentang candi borobudur misalnya mengandung konsep tentang cara membuat candi itu, tujuan yang ingin dicapai, proses pembuatanya, dan hasil yang bisa dinikmati sampai saat ini.
  Informasi-informasi tersebut merupakan warisan generasi muda dan generasi pendahulunya yang tidak ternilai harganya. Generasi muda banyak belajar dari informasi ini. Belajar dalam arti memenfaatkan informasi dalam upaya memajukan diri. Bukan belajar hanya menerima dan bertahan dalam kebudayaan ini, melainkan kebudayaan itu dijadikan landasan dan bahan perbandingan untuk maju. Setiap bidang kegiatan yang dikejar oleh manusia untuk maju, pada umumnya dikaitkan juga dengan bagaimana keadaan bidang itu pada masa yang lampau. Apakah bidang itu dahulu sudah baik atu maju, apakah baru dalam fase mulai, ataukah sudah lama dikerjakan tetapi hasilnya belum memuaskan, bagaimana konsep dan praktiknya? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut diatas memberi dasar orang-orang yang bersangkutan untuk bertindak lebih lanjut dalam bidang itu. Demikian juga dalam bidang pendidikan, para ahli pendidikan sebelum menangani bidang itu, terlebih dahulu mereka memerikasa sejarah tentang pendidikan baik yang bersifat nasional maupun yang internasional. Dengan cara inimereka tahu apa yang sudah dikerjakan oleh bangsanya dan hasil yang diperoleh, mereka juga bisa memeriksa apakah sudah cocok dengan keadaan atau tujuan pendidikan sekarang. Sebagai bahan tambahan, mereka juga mencari informasi pada sejarah pendidikan dunia.[3]
       Adapun pengertian sejarah menurut para ahli:
1)     Ibnu Khaldun (1332-1406)
“Catataan tentang masyarakat umat manuia atau peradaban dunia dan tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada watak masyarakat itu” ( Dalam bukunya yang berjudul Mukhadimah)
2)     Heradotus
Sejarawan dari yunani ini emberi arti sedikit lain dengan pengertian yang telah ada, dimana tokoh ini memaknai bahwa sejarah tidak berkemabang kearah masa depan dengan tujauan yang pasti, melainkan bergerak seperti garis lingkaran yang tinggi rendahnya diakibatkan oleh perbuatan dan keadaan manusia.
3)     W. H. Walsh
Sejarah adalah sebua catatan yang penting dan berarti dan tindakan-tindakan dan pengalaman- pengalaman manusia masa lampau.
4)     Patrick Gardiner
Sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa saja yang telah dilakuakan oleh manusia atau the study of what human being have done.
5)     W .J.S. Poerwodarminto
Mengemukakan sejarah adalah:
a)     Kesusastraan lama, silsilah, asal-usul.
b)     Kejadian atau peristiwa yang benar-bear terjadi pada masa lampau.
c)     Ilmu pengetahuan atau cerita pelajaran tentang kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.
6)     Dr. H. Roeslan Abdulgani
Sejarah merupakan cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelediki secara sistematis keseluruahan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadiannya.
7)     Mr. Muhammad Yamin
Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan kenyataan berdasarkan fakta yang telah ditemukan.
8)     R. Mohammad Ali
Dalam bukunya yang berjudil “Pengantar Ilmu Sejarah”, beliau mengemukakan pendapatnyabahwa sejarah adalah:
a)     Sejumlah perubahan-perubahan, kejadian-kejadian dan peistiwa-peistiwa dalam kenyataan ekitar kita.
b)     Cerita tentang peubahan-peubahan, kejadian-kejadian, dan peristiwa-peistiwa yang merupakan realitas tersebut.
c)     Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perrubahan, kejadian-kejadian, dan peristiwa-peristiwa dalam kenyatan sekitar kita.[4]
     Dari semua pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sejarah adalah sesuatu yang telah terjadi dalam kehidupn manusia pada masa yang telah lampau.

2.     Pembagian Sejarah
     Berikut pembagian sejarah secara tematik menurut Bruck:
a.      Sejarah sosial
Sebenarnya banyak devinisi tentang sejarah sosial, diantaranya yang diungkapkan oleh Robert J Bezhuca, yang menyatakan bahwa sejarah sosial adalh sejarah budaya yang mengkaji kehidupan sehari-hari anggota-anggota masyarakat dari lapisan yang berbeda-beda, dilanjutkan sejarah sosial erupakan sejarah dari masalah-masalah sosial dan sejarah ekonomi lama. Berbeda dengan Bezucha, sejarawan inggris Hobsawn mengemukakan sejarah sosial merupakan bagian dari ilmu sejarah dari orang-orang miskin atau masyarakat kelas bawah, dengan semua aspek yang ada didalamnya.
b.     Sejarah Ekonomi
Permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh manusia pada masa lalu, dalam sejarah sosial permasalahan ekonomi juga mendapat perhatian, namun perbedaannya disini adalah dalam sejarah ekonomi pembahasannya lebih terfokus pada permasalahan ekonomi yang sangat mendasar, oleh karena itulah lebih banyak para ekonom yang bergabung dalam disiplin ilmu.
c.      Sejarah Kebudayaan
Sesuai dengan objek kajiannya yaitu kebudayaan =, sejarah kebudayaan memiliki cakupan yang sangat luas, hal ini disebabkan oleh kebudayaan itu sendiri yang tidak bisa diartikan  dalm arti sempit, kebudayaan memiliki makna yang sangat luas. Sjamsudin mengungkapkan bahwa yang termasuk kebudayaan  adalah semua bentuk manifestasi keberadapan manusia berupa bukti atu saksi, seperti srtifact (fakta benda), mentifact (fakta mental kejiwaan)dan socifact (fakta atau hubungan sosial).
d.     Sejarah Politik
Sejarah politik mengungkap proses politik yang dialami oleh manusia dalam dimensi waktu, proses ini bisa berupa hubungan manusia tersebut dengan pemerintahannya. Dalam konteks kesejarahan sederhana kita bisa mengkaitkan sejarah politik dengan pembahasan kerajaan-kerajaan pada masa lalu dengan berbagai aspek didalamnya.
e.      Sejarah Pendidikan
Huungan sejarah sebagai ilmu dengan pendidikan sangalah erat, maka karena itu kehadiran sejarah pendidikan dianggap sama tuanya dengan sejarah itu sendiri, walaupun di Eropa kebangkitan sejara pendidikan dimulai tamapak pada abad ke-19. Sejarah pendidikan memiliki pendekatan diaktronik dalam melakukan kajiannya, yang dimaksud dengan pendekatan diaktronik disini adalah mengungkap genesis suatu fenomenon. (Supardan,2008:305)
f.      Sejarah Etnis
Sejarah etnis sangat erat kaitannya dengan antropologi, karena kajiannya adalah etnis-etnis serta pengelompokannya, penelitian yang dilakukan oleh sejarah etnis pun penelitian lapangan sebagaimana yang sering digunakan oleh para antropolog. Pengelompokan etnis-etnis sebelum datangnya bangsa eropa serta interaksi yang terjadi didalamnya merupakan salah satu bentuk kajian dari sejarah etnis.[5]
g.     Sejarah Demografi
Sejarah demografi sudah ada sejak dulu, yakni ketika Jonh Graunt mempublikasikan Natural and Political Observations Made Upon the Bills Mortality (1662). Penulisan sejarah geografi tersebut didasarkan atas data kependudukan inggris pada abad ke-16. Dewasa ini banyak para ahli demografi  dan ahli geografi dengan mempertimbangkan pengalaman di Barat yang telah mengembangkan suatu teori tentang transisi demografik yang diharapkan dapat meramalkan dampak industrialisasi atas penduduk dingaranya masing-masing maupun seluruh dunia. Transisi demografis ini juga dikenal sebagai bentuk lingkaran atau siklus demografis (demographic cycle) yang menggambarkan prosese perubahan tingkat kematian dan kelahiran pada suatu masyarakat dari situasi dimana angka keduanya relatif tinggi jika dibandingkan dengan situasi-situasi sebelumnya yang kedua-duanya rendah (Caldwel, 2000:217)
h.     Sejarah Intelektual
Sejarah intelektual secara filosofis hubungannya lebih erat dengan  aliran fenomenologi. Dalam arti luas fenomenologi mengkaji tentang fenomena-fenomena atau apa saja yang tampak. Dalam hal  ini fenomenologi merupakan sebuah pendekatan yang berpusat pada analisis terhadap gejala yang membanjiri kesadaran manusia (bagus,2000:204). Jadi singkatnya aliran ini berasumsi bahwa kesadaran adalah realitas primer.
i.       Sejarah Keluarga
Sejarah keluarga sebagai bidang riset mulai muncul pada tahun 1950-an, sebagai bagian tumbuhnya minat terhadap sejarah  ekonomi dan sosial (Wall, 2000:340-341). Pada umumnya orang berminat menelaah dalam sejarah keluarga adalah merekan yang ingin mencari pemahaman mengenai cikal bakal keluarganaya sendiri. Umumnya para sejarawan keluarga tidak merasa puas hanya mengumpulkan nama dan tanggal-tanggal peristiwanya. Namun mereka juga ingin mempelajari sejarah nenek  moyangnya dalam berbgai aspek kehiduapan seperti masa kanak-kanak dan remaja, pergaulan dengan teman, tetangga, pekerjaan, pernikahan, kebiasaan-kebiasaan, sampai akhir hayatnya.
j.       Sejarah Medis
Sejarah medis di latar belakangi oleh kebutuahan para dokter yang menyadari pentingnya pemahaman tradisi-tradisi pengobata yang berbeda-beda pada masa lalu. Hippocrates (lahir tahun 460 SM) telah menulis “Sumpah Kedokteran” yang tertulis dalam Ancient Medicine, yang sampai sekarang sumpah tersebut menjadi pijakan para dokter. Sejak abad ke-18 survey sejarah kedokteran mulai ditekuni oleh para dokter seperti Jonh Friend, Daniel Leclerc, dan Kurt Sprengel. Selanjutnya para dokter yang ingin menjadi anggota Royal College of Physicians of London masih diharuskan membaca literatur antik sampai pertengahan abad ke-19 di samping kesadaran masa kini sebagai kelanjutan masa lalu yang terus berkembang. [6]
3.     Kedudukan dan Peranan Sejarah
Para ahli sejarah umumnya sepakat untuk membagi kedudukan dan peranan sejarah yang terbagi atas tiga hal, yakni ; sejarah sebagai peristiwa, sejarah cerita, dan sejarah sebagai ilmu(ismaun, 1993: 277).
a.      Sejarah sebagai Peristiwa dan Beraneka Ragam
Adalah suatu yang terjadi pada  masyarakat manusia di masa lampau. Pengertian pada ‘masyarakat manusia’ dan masa lampau sesuatu yang penting dalam devinisi sejarah. Sebab kejadian yang tidak memiliki hubungan kehidupan masyarakat manusia, dalam pengertian sempit disini, bukanlah mrupakan suatu peristiwa sejarah. Sebaliknya juga peristiwa yang terjadi pada umat manusia namun terjadi pada sekarang, bukan pula peristiwa sejarah. Karena itu konsep siapa yang menjadi subyek/obyek sejarah serta konsep waktu, dua-duanya menjadi penting.

Pengertian sejarah sebagai peristiwa , sebenarnya memiliki makna yang sangat luas dan beraneka ragam. Keluasan dan keaneragaman tersebut sama dengan luasnya dan kompleksitas kehidupan manusia. Beberapa aspek kehidupan kita seperti aspek sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, politik, kesehatan, agama, keamanan, dan sebagainya, semua terjalin dala peristiwa sejarah. Dengan demikian sangat wajar jikan untuk beberapa tema. Pembagian sejarah yang demikian itulah yang disebut pembagian sejarah secara tematis, seperti: sejarah sosial, sejarah politik, sejarah kebudayaan, sejarah perekonomian, sejarah agama, sejarah pendidikan, sejarah kesehatan, sejarah intelektual, yang akan dijelaskan pada bagian berikutnya.
            Selain itu dikenal pula pembagian sejarah berdasarkan periodisasi. Dalam pembagian sejarah berdasarkan periodisasi tersebut dapat di ambil contoh untuk sejarah indonesia: zaman prasejarah, zaman pengaruh Hindhu-Budha, zaman pengaruh islam, zaman kekuasaan belanda, zaman pergerakan nasional, zaman pendudukan jepang dan lain sebagainya.
            Sejarah sebagai peristiwa sering juga disebut sejarah sebagai kenyataan dan sejarah serba objektif. Artinya peristiwa-peristiwa tersebut benar-benar terjadi yang didukung oleh evidensi-evidensi yang menguatkan baik berupa saksi mata (witness) yang dijadikan sumber-sumber sejarah (historical sources), peninggalan- peninggalan (relics atau remains) dan catatan-catatan atau records (Lucey, 1984: 27).
b.     Sejarah sebagai Cerita
Bahwa sejarah itu pada hakikatnya merupakan hasil rekontruksi sejarawan terhadap sejarah sebagai peristiwa berdasarkan fakta-fakta sejarah yang di milikinya. Dengan demikian didalamnya terdapat pula penafsiran sejarawan terhadap makna suatu peristiwa. Perlu diketahui bahwa buku-buku sejarah yang kita baca, baik buku pelajaran sekolah, karya ilmiah di perguruan tinggi, maupun buku-buku sejarah lainnya, pada hakekatnya lebih merupaka bentuk-bentuk konkrit sejarah sebagai peristiwa (Ismaun, 1993: 280).
Dengan demikian pula bahwa sejarah sebagai cerita, merupakan sesuatu karya yang di pengaruhi oleh subjektivitas sejarawan. Sebagai contoh, tentang biografi Diponegoro. Jika ditulis oleh sejarawan Belanda yang pro-pemerintah kolonial, maka Diponegoro dalam pikiran dan pendapatnya mumgkin saja dipandang sebagai ‘pemberontak’ atau ‘penghianat’ .sebaliknya jika biografinya di tulis oleh sejarawan yang pro-perjuangan bangsa indonesia, sudah dapat diduga bahwa Diponegoro adalah ‘pahlawan’ bangsa indonesia. Disinilah letak sejarah sebagai cerita lebih bersifat subjektif. Artinya memuat unsur-unsur dari subjek, si penulis/sejarawan sebagai subjek turut serta mempengaruhi atau memberi ‘warna’, atau ‘rasa’ sesuai dengan ‘kacamata’ atau selera subjek, oleh karena itu tidak aneh jika sejarah sebagai cerita sering disebut ‘’sejarah serba subjektif’’.
c.      Sejarah sebagai Ilmu
Dalam pengertian ini kita mengenal definisi sejarah yang bermacam-macam, baik yang menyangkut persoalan kedudukan sejarah sebagai bagian dari ilmu sosial, atau sejarah sebagai bagian ilmu humaniora, maupun yang berkembang di sekitar arti makna dan hakikat yang terkandung dalam sejarah. Bury (Teggart, 1960:56) secara tegas menyatakan “History is science; no less, and no more”. Pernyataan tersebut tidak bermaksud untuk memberikan penjelasan batasan suatu konsep, melainkan hanya memberikan tingkat pengkategorian sesuatu ilmu atau bukan. Penjelasan tersebut jelas tidak memadai untuk mempeoleh suatu pengertian. Definisi yang cukup simpel dan mudah dipahami diperoleh dari Carr (1982:30). Yang menyatakan, bahwa “histoty is a continuous process of  interaction between the historian and his facts, and unending dialogue between the present and the past”
Pendapat Carr tersebut sejalan dengan pandagan Colingwood yang berpendapat bahwa sejarah itu merupakan riset atau suatu inkuiri. Colingwood selanjutnya menegaskan bahwa sasaran penyusunan sejarah adalah unuk  membentuk pemikiran agar kita dapat mengemukakan pertanyaan-pertanyaan dan mencoba menemukan jawaban-jawabanya. Oleh karena itu menurut Colinfwood, “all history is the history  of thought”, semua sejarah itu adalah sejarah pemikiran. Sebagaimana telah dikeukakan sebelumnya bahwa sejarah dapat didefinisikan sebagai bentuk penggambaran pengalaman kolektif dimasa lampau. Pengalaman kolektif inilah yang merupakan landasan untuk menentukan identitasnya. Seperti dalam kehidupan  masyarakat tradisional, identitas seseorang dikembalikan ke asal-usulnya bahkan sampai ke mitologinya.[7]     

4.     Pengertian Geografi
Ditinjau dari etimologi , geografi berasal dari bahasa yunani yang terdiri atas dua kata, yaitu Geo berarti Bumi dan Grapheir berartimenulis. Gabungan dua kata tersebut membentuk  kata baru geographica dan selanjutnya menjadi geografi yang berarti “ tulisan atau penjelasn tentang ilmu bumi”. Istilah geografi di beberapa negara disebut dengan istlah berbeda, seperti Geography ( Inggris) Geographic (Prancis), die geopraphic/die erdkunde (jerman), geografiv / oardrijkskunde (belanda) , dan geographika (yunani).
     Geografi adalah ilmu tentang lokasi serta persamaan dan perbedaaan (variasi) keruangan atas fenomena fisik dan manusia diatas permukaan bumi. Geografi tidak  hanya menajwab apa dan dimana permasalahan yang terdaapat diatas muka bumi, tetapi juga berusaha menjawab pertanyaan mengapa disitu dan tidak ditempat lain . kadang-kadang orang mengartikan geografi secara sempit, yakni “ lokasi pada ruanagan”. Pada dasarnya geografi mempelajari hal itu, baik yang disebabkan oleh alam atau manusia dan mempelajari akibat yang disebabkan dari perbedaan yang terjadi. Adapun obyek studinya adalah relasi manusia  dengan sesamanya dan dengan alam lingkungannya pada ruang tertentu dipermukaan bumi. Secara spesifik landasan studinya sebagai berikut :
a.      Konsep dasar,meliputi kesamaan dan perbedaan permukaan bumi , hubungan lingkungan fisik dengan lingkungan manusia,dan keaslian asal-usul dan komposisisi kelonpok dengan manusia sebagi hasil posisi geografi, tempat, distribusi , dan perencanaan
b.     Metode penelitian adalah regional . dalam metode ini satu wilayah dibagi dalam pemetaan berdasarkan cuaca , vegetasi, dan bentuk tanah dan pengamatanl langsung.
c.      Tingkat kepentinganya dalam IPS, yakni membantu dalam memahami hubungan antara manusia dan lingkungannya dan dalam memahami ciri-ciri fisik bumi.[8]
Beberapa pengertian gografi menurut bebrapa ahlli dan organisasi geografi:
1)     Sidney E. Elkblaw dan Donald J>D. Mulkerne berpendapat bahwa geografi adalah ilmu tentang Bumi dan kehidupan yang ada di atasmnya.
2)     Drs. N. daldjoeni berpendapat bahwa geografi yang mencitrakan, menerang kan sifat-sifat bumu ,menganilisis gejala-geljala alam dan  penduduk,serta mempelajari corak yang khas tentang kehidupan dari unsure-unsur bumi dalam ruang dan waktu.
3)     Bintarto berpendapat bahwa geografi adalah ilmu pengetahuan yang mencitrakan, menerangkan sifat-sifat Bumi,menganalisis gejala-gejala alm dan penduduk , serta mempelajari corak yang khas tentang kehidupan dari unsure-unsur bumi dalam ruang dan waktu.
4)     Dari seminar lokakarya geografi di Semarang 1998 dalam rangka peningkatan kualitas pengajaran geografi dihasilkam rumusan. Bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kemilayahan atau kelingkungan dalam konteks keruangan.[9]

5.   Pembagian geografi

a.      Geografi fisik
Geografi fisik memusatkan pada geografisebagai ilmu bumi menggunakan biologi untuk memahami pola flora dan fauna global , dan matematika dan fisika untuk memahami pergerakan bumi dan hubungannya dengan anggota tata surya yang lain , termasuk juga di dalamnya ekolodi muak bumi dan geografi lingkungan.
b.     Geografi manusia
Geografi manusia disebut juga antropogeohrafi yang focus sebagai ilmu social, aspek non-fisik yang menyebabkan fenomena dunia. Mempelajari baagaimana manusia beradaptasi dengan wilyahnya dan manusia lainnya, dan pada transformasi makroskopis bagaimana amnesia brperan di dunia, bias dibagi menjadi : geografi ekonomi ,geografi politik (termasuk geopolotik), geografi social (termasuk geografi kota), geogarfi fenimisme dan geografi militir.
c.      Geografi manusia-lingkungan
Selama masa determinasi lingunagn, geografi bukan merupakan ilmu tentang hubungan keruangan, tetpi tentang  bagaimana manusia danlingkungannya berinteraksi , walaupun paham determinasi lingkunagn sudah tidak berkembangan,masih ada tardisi kuat di natara geographer untuk mengkaji hubungan antara manusia dengan alam, terdpat dua bidang pada geografi manusialingkungan :ekologi budaya dna politik dan penelitian resiko bencana, banyak lingkungan yang sudah dirusak oleh manusia , seharusnya sudah menjadi tuags manusia yang aharus menjaga dan melesrarikan lingkungannya,mungkin alam sudah tidak akan kuat bertahan lagi
d.     Perencanaan dan pengembangan wilayah
Dikembangkan pada sekitar tahun 1980-an oleh para geografian eropa, terutama dari Nederland, saat kerjasama universitas antar ke2 negara dilakukan , sejumlah ahli geografi asal belanda ikut serta dalam program pencangkokan dosen di UGM , hasilnya adalah lahirnya program studi baru bernama program studi perencanaan pengembangan wilayah dan sekarang lebih dikenaldengan program studi pengembangan wilayah. Sebelum berdirimenjadi  disiplin tersendiri yang memadukan ilmu geografi denganilmu oerencanaan wilayah , proyek ini dikenal dengan namaRutral and Regional Development Planning (RRDP) . selain itu dapat dijelaskan bahwa perencanaan dan pengmebabangan wilayah dpapat berkaitandengan ilmu-ilmu social terutama terait dengan fenomena social yang terjadi di masyarakat, sehingga sangat bersinggungan dengan konsep-konsep danteori-teori social yang ada.
e.      Ekologi budaya dan politik
Ekologi budaya muncul sebagaihasil kerja Carl Sauer pada geografi dan pemikiran dalam antropologi . ekologi budaya mempelajari bagaimana manusia beradaptasi dengan lingkunagn alamnya. Ilmu keberlanjutan (sustainability) kemudian tumbuh dari tradisi ini.ekologi polotik bangkit ketika beberP feografer menggunakan aspek geografi krotos untuk melihat hubungan kekuatan alam bagaimana pengaruhnya terhadap manusia  Misalnya studi yang berpengaruh oleh Michael Watts berpendapat bahwa kelaparan di sahel disebabkan oleh perubahan sistem politik ekonomi diwilayah itu sebagai hasil dari kolonialisme.
f.      Penelitian resiko-bencana
Penelitian pada bencana dimulai oleh Gilbert F. While, yang mencoba memahami mengapa orang tinggal ditaran rendah yang mudah terkena bencana banjir. Sejak itu, bidang ini berkembang menjadi multi disiplin dengan mempelajari bencana alam (seperti gempa bumi) dan bencana teknologi (seperti kebocoran reaktor nuklir). Geografer yang mempelajari bencana tertarik pada dinamika bencana dan bagaimana manusia dan masayarakat menghadapinya.
g.     Geografi sejarah
Geografi sejarah tentu saja merupakan akibat timbal balaik dari geigrafi dan sejarah. Tetapi di amerika serikat, mempunyai arti yang lebih spesifik. Dan ini dikenalkan oleh Carl Ortwin Sauer dari universitas california, Berkeley dengan progamnya mereorganisasi geografi budaya (beberapa orang menyebutkan semua geografi) pada semua wilayah, dimulai pada awal abad ke-20. Bagi sauer, muka bumi dan budaya diatasnya hanya bisa dipahami jika mempelajari semua pengaruh budaya, ekonomi, politik, lingkungan menurut sejarah. Sauer menekankan kajian wilayah sebagai satu-satunya cara untuk mendapatkan kekhususan pada wilayah diatas bumi. Filosofi sauer meupakan pembentuk utama pemikiran geografi di amerika pada pertengahan abad ke-20. Sampai sekarang kajian wilayah masih menjadi bagiandepartemen geografi di kampus-kampus Amerika serikat. Tetapi banyak geografer beranggapan ini akan membahayakan ilmu geografi itu sendiri untuk jangka panjang, penyebabnya adalah terlalu banyak pengumpulan data dan klasifikasi, sementara analisis dan penjelasaanya terlalu sedikit. Studi ini menjadi lebih spesifik pada wilayah sementara geografi angkatan berikutnya berusaha mencari nama yang tepat untuk ini, yang menyebabkan krisis 1950-an pada geografi yang hampir mengahancurkan sebagai disiplin akademis. [10]

6.     Prinsip dasar geografi
Prinsip dasar geografi yang digunakan untuk memahami atau menjelaskan fenomena geografi ada empat yaitu sebagai berikut :
a.      Text Box: 10Lokasi
Salah satu tugas utama geografi adalah mengidentifikasi dan mencatat lokasi suatu tempat, kenampakan. Dan kegiatan penduduk bumi. Penentuan lokasi dipermukaan bumi dilakukan dengan pegukuran matematika yang dikenal dengan surveying.
b.     Hubungan keruangan
Hubungan keruangan merupakan hubungan tempat, kenampakan bumi, dan penduduk karena lokasinya. Hubungan keruangan adalah penting dalam pembangunan daerah dan kegiatan penduduk.
c.      Karakteristik wilayah
Seorang geograf tentu ingin mengetahui karakteristik suatu wilayah, selain lokasinya. Geografi juga ingin mengetahui betuk lahan, iklim, serta jenis hewan dan tumbuhan yang hidup diwilayah tersebut.
d.     Tenaga pengubah bumi
Perubahan muka bumi dapat disebabkan oleh kegiata manusia. Geografi mempelajari proses pembentukan bentang alam pada masa lalu dan proses bentang alam yang berubah pada masa yang akan datang.[11]

7.     Peran geografi dalam prespektif  globa
       Dalam kehidupan yang semakin berkembang,manusia sebagai pengembang dan penga[likasi ilmu pengetahuan terus mengalami tantangan. Tantangan tersebut tidak hanya muncul karena kebutuhan yang semakinberagam dan kompleks ,tapi juga bumi semakin terbatas daya dukungnya untukmenapung kehidupan itu sendiri.
       Secara aplikasi peran geografi sebagai suatu ilmu mengalami perkembangan seiring dengan kebutuhan dan tantangan pada jamannya.pada saat sebe;um masehi dan abad 15 setelah masehi, keingin tahuan tentang bumi baik secara fisik/alam maupun manusia begitu dominan,sehingga saat itu perjalanan dan pengukuran permukaan bumi dilakukan secara intensif . peranan histerigrafi dan ilmu alam saat sangat penting.
       Abad pertengahan (abad 15 M), ekspansi permukaan bumi melalui perjalanan untuk perdagangan , penjelajahan dan penyerbaran agama  sangat dominan sehingga dikenal dengan konsep libenstraum. Pengetahuan tentang bumi tidak hanya disebarluaskan melalui persekolahan , tapi juga dibentuk perkumpulan2 geograf yang bertugas menyebarluaskan berbagai ekspedasi. Penelitian dan mensuport berbagai keburuhan ekspedisi, jurnal geografi pun diterbitkan untuk memperluas dan mensuport penggalian tentang permukaan bumi.
       Abad 15 sampai 19, semangat penjelajahan masih tetap tinggi,namun posisinya bertamabah bahkan menjadi semakin strategis. Dipersekolahan geografi diberikan untuk menganal lebih jauh karakteritik negara sendiri dan negara lain . tujauan utamanya adalah memperkuat nasionalisme dan community sentiment, membangun bahwa kita adalah satu kestauan.
      Masa setelah Perang Dunia II atau tahun 1950an, membawa perubahan besar dalam geografi baik secara praktix maupun teoritis, masa itu adalah masakrisiekonomi , rekrontuksi dan dekoloniasi , banyak negara yang mengalami perubahan politik dan tata rung, masaitu  menurut Harsthorne, geografi menjadi “ Broad Propaedeutic Disiplin”.
        Postmodernism tahun 1980an merupakan bentuk perkembangan ilmu geografi lebih lanjut ,dari “post-kolonialor feminist positionsand poststructural and postmodernatin “ (peet. 1998). Kajian geografi abad postmodernism menurut Dear (1998), geografi dari university of southern California , adalah sebagai berikut :
a.      Cultural landscapes and place making
b.     The economic Lndscapes of post fordism
c.      Philosophical and theoretical dispute related to space and problem of language
d.     Problem of reprensatin in geographical writing and cartography
e.      Polotics of posmodernity, feminist geography’s discontent with postmodernism questions  of post-colonialism
f.      The contructinos of the individual and boundaries of the self (i.e the issue of identity)
g.     Reassertion of natural and environment issues

 Adapun isu-isu yg relavan dikaji oleh geografi pada saat ini adalah antara lain:
1)     Perubahan Tata Ruang Bumi
          Bumi sampai saat ni masih dianggap sebagai satu-satunyaa planet yang   dapat dihuni oleh manusia . sejak pembektukannya, atai sejak dihuni oleh manusia sampa sekarang , luas permukaan bumi relative tetap, namun disisi lain , manusia  sebagai   salah satu penghuni   bumi meningkat dengan cepat . seiring dengan pertumbuhan penduduk tersebut, kebutuhan manusia akan berbagai kebutuhan semakinmeningkat.  Lahan untuk pemukiamn , industry , pendidikan , kesehataan dan daerah terbangun lainnya. Di sisi lain ,kebutuhan ruang yang bersifat alami tetap diperlukan untuk mendukung kehidupan , karena ada unsur-unsur alam yang tidak dapat diproduksi oleh manusia.
        Keberadaannya sangat bergantung pada alam, seperti udara bersih, air  bersih , lahan hutan lahna pertanian dan sebagainnya. Eksploitasi alam tersebut ,menimbulkan dampak negative pula terhadap kehidupan manusia. Banjir , kekringan , kebakaran hutan dan lain2 adalah akibat yang muncul karena adanya ketidakseimbangan lingkungan, pengorganisasian ruang, konsep perencanaan pembangunan berwawasanlingkungan , evaluasi kesesuaian lahan, evaluasi danprediksi daya dukung lahan, menjadi suatu keharusan , konstribusi ilmu geografi baik secara teoritis maupun praktis sangat diperluakan.
2)     Ketimpangan Spatial Sumberdaya
   Dalam hidup keseharian manusia perlu didukung oleh sumber daya, sumberdaya yaitu segala sesuatu yang ada dalam geosystem yang bernialai bila diolah dan digunakan oleh manusia (blunden ,1985). Dalam hal ini, Sumaatmadja (1996) membedakan sumberdaya menjadi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia.  Sumber daya alam merupakan komponen2 yang ada di alam yaitu air, tanah,udara, mineral, hewan dan binatang, sumberdaya manuusia segala kemampuan dan potensi yang da dalam diri manusia dapat berupa tenaga, keahlian atau kemampuan intelektual , kepribadian.
        Coates membedakan sumberdaya alam menjadi 3 bagian yaitu sumberdaya yang dapat diperbarui, sumber daya tidak dapat diperbarui, dan yang bersifat planet seperti matahari. Udara. Iklim. Masalah yang berkaitan sumber daya antara lain: jumlah terbatas , penyebaran tidak merata, baik jumlah ,aupun kualitas, kemapuan manusia dalam memanfaatkan sumberdaya tidak sama.
               Jumlah penduduk dunia tahun 2005 berjumlah 6,48 miliyar hanya 1,2 miliyar berada di negara maju , sisanya (5,3 miliyar ) berada dinegara sedang berkembang . negara sedang berkembang identik dengan negara yang mempunyai tingkat pendapatanya rendah , sanitasi lingkungan yang jelek, pertumbuahn penduduk tinggi , kemampuan menabung rendah , tingkat produktifitas terbatas, tingkat pendidikan dan ketrampilan rendah, adopsi teknologi yang efisien terbatas, keterbatasab memilih, dan kurangnnya rasa percya diri. Todaro (1970) menamai multimedimensi keterbelakangan tersebut dengan vicius circle. Kondisi  ini sangat menyebabkan munculnya ketimpangan pembangunan baik secara local, regional, maupun antar negara,  bahkan benua. Geografi memberikan wawasan ,pengetahuan mengenal berbagai potensi sumberdaya dan pengalolaan sumberdaya dan penegelolaan sumberdaya secara efisien dan efektif. Dengan mengenal berbagai potensi sumberdaya khususnya alam,maka distribusi penduduk sebagai objek dan subjek dalam pengembangan sumber daya dapat didistribusikan secara lebih seimbang.
3)     Mitigasi Bencana
        Bencana atau peristiwa yang menyebabkan kerusakan khusunya kerusakan lingkunagn telah lama ada sejak jaman dahulu , bahkan telah ada seiring dengan pembentukan bumi itu sendiri, namun peristiwa itu tidak banyak menimbulkan masalah selama terjadi  pada tempat yang tidak dihuni oleh manusia. Bencana alam dirasakan menjadi sumber malapetaka, disaat menimpa tempat yang banyak penduduknya. Bencana , baik yang alam maupun yang beruap akibat ulah manusia , banyak menimbulkan berbagai penderitaan dan kerugian , karena itulah muncul pengelolaan penanganann bencana atau lebih dikenal dengan mitigasi bencana.
4)     Disintegrasi Bangsa
        Perpecahan atau perpisahan diri dari kesuatuan negara atau bangsa,  seringkali tidak dilator belakangi oleh alas an tunggal. Namun muncul dariadanya ketidakpuasan , seperti tidak adilnya pelayanan pemerintah , kecemburuan sosial, ketidakseimbangan pembangunan , ketidak adilan pmerintah pusat pemerintah terhadap daerah, miskomunikasi, dsb. Menrurut tri putranto (2002) disitregasi bangsa dapat terjadi karena adanya konflik vertical dan horizontal serta konflik komunal sebagai akibat tuntutan demoktasi yang melampaui batas , sikap primodialisme bernuansa SARA , konflik antara elite politik, lambatnya pemulihan ekonomi , lemahnya penegakan hokum dan HAM serta kesiapan pelaksanaan Otonomi Daerah.[12]









C.      ANALISIS DAN DISKUSI

1.     Analisis
Ternyata sejarah dan geografi itu mempuyai hubungan yang saling berkaitan. Karena sejarah tidak akan ada apabila tidak ada geografi, sebab kedua ilmu itu saling mengiringi. Dan apabila dibedakan mungkin hanya sedikit perbedaan dari kedua ilmu tersebut.
Sejarah dan geografi sebagai kajian Ilmu Pengetahuan Sosial maksudnya adalah sejarah dan geografi mempunyai makna yang hampir sama dengan ilmu pengetahuan sosial. Sehingga sejarah dan geografi menjadi sebuah kajian utama dalam ilmu pengetahuan sosial, selain itu apabila kita mendengar ilmu pengetahuan sosial pasti yang kita ingat adalah sejarah dan geografi.
Disisi lain sejarah dan geografi itu sangat penting bagi kita karena apabila sejarah dan geografi tidak ada maka kita juga tidak akan ada, serta sejarah dan geografi iyu merupakan objek dimana kita dapat mengetahui bagaimana asal-usul manusia serta bumi.
Sejarah dan geografi ternyata juga mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap ilmu pengetahuan sosial. Karena kedua ilmu tersebut meupakan jembatan utama dalam ilmu pengetahuan sosial yang mana sejarah dan georafi mempunyai sebuah hubungan yang sangat erat. Serta kedua ilmu tersebut juga sama membahas tentang asal-usul.
Sejarah dan georafi sebenarnya juga mempunyai perbedaan walaupun hanya sedikit, yaitu terletak pada kajian pembahasan asal-muasal sebuah benda hidup maupun benda mati. Seain itu sejarah dan geografi sering dikait-kaitkan dengan kehidupan dimuka bumi ini karena sejarah yang membahasa tentang manusia dan geografi membahsas tentang bentuk muka bumi.
Sejarah mempunyai kedudukan dan peranan yang sangat penting, yaitu, sejarah sebagai suatu peristiwa dan beraneka ragam, sejarah sebagai cerita, dan yang terakhir sejarah sebagai ilmu. Dimana ketiganya saling berkaitan.
Geografi juga mempunyai peran dalam perspektif global dimana geografi membahas tentang perubahan tata ruang bumi, ketimpangan spatial sumberdaya, mitigasi bencana, dan disintegrasi bangsa.


2.     Diskusi
a.      Mengapa sejarah dan geografi sebagai kajian IPS?
b.     Apakah yang dimaksud dengan periodisasi dan kronologi dalam sejarah?
c.      Bagaimana cara memilih informasi daalam ilmu sejarah?
d.     Apa perbedaan antara  sejarah ekonomi dan politik?

Jawaban
a.      Sejarah dan geografi sebagai kajian Ilmu Pengetahuan Sosial maksudnya adalah sejarah dan geografi mempunyai makna yang hampir sama dengan ilmu pengetahuan sosial. Sehingga sejarah dan geografi menjadi sebuah kajian utama dalam ilmu pengetahuan sosial, selain itu apabila kita mendengar ilmu pengetahuan sosial pasti yang kita ingat adalah sejarah dan geografi. Disisi lain sejarah dan geografi itu sangat penting bagi kita karena apabila sejarah dan geografi tidak ada maka kita juga tidak akan ada, serta sejarah dan geografi iyu merupakan objek dimana kita dapat mengetahui bagaimana asal-usul manusia serta bumi. Sejarah dan geografi juga mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap ilmu pengetahuan sosial. Karena kedua ilmu tersebut meupakan jembatan utama dalam ilmu pengetahuan sosial yang mana sejarah dan georafi mempunyai sebuah hubungan yang sangat erat. Serta kedua ilmu tersebut juga sama membahas tentang asal-usul.
b.     -Periodisasi yaitu suatu momentum yang dapat memberikan petunjuk adanya karakteristik dari suatu kurun waktu yang satu berbeda denga kurun waktu yang lainnya. Atau juga bisa dikatakan sebagai serangkain serial urutan zaman.
-Sedangkan kronologi yaitu suatu urutan peristiwa sejarah yang terjadi berdasarkan urutan waktu yang sesuai dengan urutan waktu kejadian dari peristiwa sejarah sehingga tidak meloncat-loncat.
c.      Ada banyak cara untuk memilah informasi dalam sejarah, antara lain berdasarkan kurun waktu (kronologis), berdasarkan wilayah (geografis), berdasarkan negara (nasional), berdasarkan kelompok suku bangsa (etnis), berdasarkan topik atau pokok bahasan (topikal).
d.     -Sejarah ekonomi  membahas permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh manusia pada masa lalu, dalam sejarah sosial permasalahan ekonomi juga mendapatkan perhatian. Sejarah ekonomi pembahasannya lebih terfokus pada permasalahan ekonomi yang sangat mendasar.
-Sedangkan sejarah politik mengungkap proses politik yang dialami oleh manusia dalam dimensi waktu, proses ini bisa berupa hubungan manusia tersebut dengan pemerintahannya. Dalam konteks kesejarahan sederhana kita bisa mengkaitkan sejarah politik dengan pembahasan kerajaan-kerajaan pada masa lalu dengan berbagai aspek didalamnya.








D.      KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.     Sejarah adalah sesuatu yang telah terjadi dalam kehidupan manusia pada masa lampau. Sejarah adalah topik ilmu pengetahuan yang sangat menarik. Tak hanya itu, sejarah juga mengajarkan hal-hal yang sangat penting, terutama mengenai: keberhasilan dan kegagalan dari para pemimpin kita, sistem perekonomian yang pernah ada, bentuk-bentuk pemerintahan, dan hal-hal penting lainnya dalam kehidupan manusia sepanjang sejarah.
2.     Sejarah di bagi menjadi 10 bagian yaitu: sejarah sosial, sejarah ekonomi, sejarah kebudayaan, sejarah politik, sejarah pendidikan, sejarah etnis, sejarah demografi, sejarah intelektual, sejarah keluarga dan sejarah medis. Landasan studi sejarah ada 4 yaitu: objek studinya, konsep dasar yang melandasi, metode penelitiannya, dan tingkat kepentingannya terhadap IPS.
3.     Sejarah mempunyai kedudukan dan peranan yang sangat penting yaitu sejarah sebagai suatu peristiwa dan beraneka ragam, sejarah sebagai cerita, sejarah sebagai ilmu.
4.     Geografi adalah ilmu pengetahuan yang membahas tentang bumi, kehidupannya serta isinya.
5.     Geografi dibagi menjadi 7 bagian yaitu: geografi fisik, manusia, manusia-lingkungan, perencanaan dan pengembangan wilayah, ekologi budaya dan politik, penelitian resiko-bencana, dan geografi sejarah. Landasan studi geogarfi ada 3 yaitu: konsep dasar, metode penelitian adalah regional, dan tingkat kepentingannya teradap IPS.
6.     Prinsip dasar yang digunakan untuk memahami atau menjelaskan fenomena geografi ada 4 yaitu: lokasi, hubungan keruangan, karateristik wilayah dan tenaga pengubah bumi.
7.     Peran geografi dalam perspektif global yaitu dimana geografi membahas tentang perubahan tata ruang bumi, ketimpangan spatial sumberdaya, mitigasi bencana, dan disintegrasi bangsa.
DAFTAR RUJUKAN

Ali, Muhammad. Dkk. (2007) Ilmu dan Aplikasi Pendidikan, Bandung: PT.         Imperial Bhakti Utama.
Abdullah. T, dan Surjomiharjo, A, (1985) Ilmu Sejarah dan Histogtrafi Arah Perspektif. Jakarta: Gramedia.
Bintarto, R. dan Suprapto Hadisumarno. 1979. Metode Analisis Geografi. Jakarta: LP3ES.
Najib Batu Sangkar. 2010. Pembagian Ilmu Sejarah. Wordpress
Pidarta, Made. 2009. Landasan Kependidikan (Stimulus Pendidikan Bercorak Indonesia). Jakarta: PT Asdi Mahasatya.
Warsito, Bambang. 2009. Konsep Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial. Malang: Surya Pena Gemilang
Wikipedia Bahasa indonesia Ensiklopedia bebas. 2011





























[1] Rahmi P.,dkk,Sejarah untuk SMA atau MA. Hlm 4
[2] Bambang warsito, Konsep Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial, hlm 8
[3] Made pidarta, Landasan kependidikan, hlm 109-110
[4] Rahmi P.,dkk, sejarah SMA atau MA, hlm 4-5
[5] Najib Batu Sangkar. 2010. Pembagian Ilmu Sejarah. Wordpress
[6] Muhammad Ali. Dkk,  Ilmu dan Aplikasi Pendidikan, hlm 353-356
[7] Ibid.,hlm 344-348
[8] Bambang warsito, Konsep Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial, hlm 6
[9] Tim penyusun PR, geografi untuk SMA dan MA, hlm 2
[10] Wikipedia Bahasa indonesia enskilopedia bebas, 2011
[11] Tim penyusun PR, geografi untuk SMA dan MA, hlm 8
[12] Muhammad ali. Dkk,  Ilmu dan Aplikasi Pendidikan, hlm 393-397

0 komentar: