A.
PENDAHULUAN
1.
Latar
belakang
Alhamdulillah puji syukur atas kehadirat
Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan agar mampu menyelesaikan tugas
ini, kami dari kelompok 6 atas nama Kharisayus Silviyah dan Achmad Fajar
Cahyono dari jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial fakultas tarbiyah kelas
A telah berhasil menyelesaikan tugas makalah dari Bpk. Dr. H. Zulfi Mubaroq
M,Ag dengan judul “ Sejarah dan Geografi sebagai Kajian IPS” dengan tepat waktu
untuk mata kuliah Wawasan IPS
Urgensi topik kami yang berjudul Sejarah dan
Geografi sebagai Kajian IPS adalah sebagai berikut, pertama Bab ini penting
untik dibahas karena sejarah dan geografi termasuk dalam pendidika ilmu
pengetahuan sosial, kedua banyak pengetahuan tentang sejarah dan geografi yang
belum diketahui oleh sebagian mahasiswa-mahasiswi sehingga banyak dari mereka
mengartikan sejarah dan geografi secara kasap mata dan secara asal-asalan, dan
yang ketiga Karena sejarah menceritakan peristiwa-peristiwa penting zaman
dahulu (lampau), yang penting untuk kita ketahui, dimana keduanya saling
berhubugan.
Isi global makalah ini adalah
tentang pengertian sejarah maupun pengertian geografi menurut etimologi serta menurut
para ahli, pembagian-pembagian sejarah dan geografi, landasan-landasan sejarah
dan geografi
2. Tujuan Pembahasan
a. Ingin
memahami pengertian sejarah.
b. Ingin
memahami apa saja pembagian sejarah itu
c. Ingin
memahami kedudukan dan peranan sejarah
d. Ingin
mengetahui pengertian geografi.
e. Ingin
memahami apa saja pembagian geografi itu.
f. Ingin
memahami prinsip dasar geografi.
g. Ingin
memahami peranan geografi dalam perspektif global.
3. Rumusan
Masalah
a. Apa
pengertian sejarah ?
b.
Apa saja pembagian
sejarah itu?
c.
Apa sajakah kedudukan
dan peranan sejarah?
d. Apa
pengertian geografi ?
e. Apa
saja pembagian geografi itu?
f. Apa
saja prinsip dasar geografi itu?
g.
Apa peranan geografi
dalam perspektif global?
B. POKOK PEMBAHASAN
1. Pengertian Sejarah
Secara etimologi kata
sejarah berasal dari kata Arab sajaratun yang artinya pohon. Dalam bahasa Arab sendiri, sejarah disebut tarikh.
Adapun kata tarikh dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih adalah waktu
aau penanggalan. Kata Sejarah lebih dekat pada bahasa Yunani yaitu historia
yang berarti ilmu atau orang pandai. Kemudian dalam bahasa Inggris menjadi history,
yang berarti masa lalu manusia. Kata lain yang mendekati acuan tersebut adalah Geschichte
yang berarti sudah terjadi.
Dalam istilah bahasa-bahasa Eropa, asal-muasal istilah
sejarah yang dipakai dalam literatur bahasa Indonesia itu terdapat beberapa
variasi, meskipun begitu, banyak yang mengakui bahwa istilah sejarah
berasal-muasal,dalam bahasa Yunani historia. Dalam bahasa Inggris dikenal
dengan history, bahasa Prancis historie, bahasa Italia storia, bahasa Jerman
geschichte, yang berarti yang terjadi, dan bahasa Belanda dikenal
gescheiedenis.[1]
Sejarah, babat, hikayat, riwayat, atau tombo dalam bahasa indonesia
dapat diartikan kejadian dan peristiwa-peristiwa yang benar-benar terjadi pada
masa lampau atau asal-asul silsilah, terutama bagi raja-raja yang memerintah.
Pengetahuan sejarah meliputi pengetahuan terhadap berbagai kejadian yang sudah
lampau serta pengetahuan cara berpikir secara historis. Orang yang
mengkhususkan diri mempelajari sejarah atau ahli sejarah disebut sejarawan.
Dahulu,
pembelajaran mengenai sejarah dikategorikan sebagai bagian dari ilmu budaya
(humaniora). Akan tetapi, kini sejarah lebih sering dikategorikan kedalam ilmu
sosial, terutama bila menyangkut penurutan sejarah secara kronologis. Sejarah
mempelajari riwayat masa lampau atau suatu bidang ilmu pengetahuan yabg
menyelediki dan menuturkan masa lampau sesuai dengan metode tertentu yang dapat
dipercaya:
a. Objek
studinya adalah peristiwa masa lampau.
b. Konsep dasar yang melandasi, yakni memahami
peristiwa-peristiwa masa lalu dan bagaimana peristiwa itu dihubungkan dengan
masa kini dan masa yang akan datang.
c. Metode penelitiannya, yakni pengumpulan informasi dan
pengujian informasi.
d. Tingkat kepentingan terhadap IPS, membantu memahami
masa lalu. Dalam hal ini membantu menunjukkan kesalahan dan cara-cara yang
mungkin untuk menghindari kesalahan di masa yang akan datang.[2]
Menilik pada makna secara kebahasaan dari berbagai
bahasa di atas dapat ditegaskan bahwa pengertian sejarah menyangkut dengan
waktu dan peristiwa. Oleh karena itu masalah waktu penting dalam memahami satu
peristiwa, maka para sejarawan cenderung mengatasi masalah ini dengan membuat
periodesasi.
Sejarah adalah keadaan masa lampau dengan segala macam
kejadian atau kegiatan yang dapat didasari oleh konsep-konsep tertentu. Sejarah
mencangkup segala kejadian dalam alam ini, termasuk hal-hal yang dikembangkan
oleh budi daya manusia. Demikianlah ada sejarah candi, sejarah fosil, sejarah
batu-batuan, sejarah perkembangan benua dan pulau, sejarah politik, sejarah
suatu negara, sejarah ilmu, sejarah pendidikan, dan sebagainya.
Sejarah penuh dengan informasi-informasi yang
mengandung kejadian, model, konsep, teori, praktik, moral, cita-cita, bentuk
dan sebagainya. Informasi-informasi yang lampau ini terutama yang bersifat
kebudayaan pada umumnya berisi konsep, praktik, dan hasil yang diperoleh.
Sejarah tentang candi borobudur misalnya mengandung konsep tentang cara membuat
candi itu, tujuan yang ingin dicapai, proses pembuatanya, dan hasil yang bisa
dinikmati sampai saat ini.
Informasi-informasi tersebut merupakan
warisan generasi muda dan generasi pendahulunya yang tidak ternilai harganya.
Generasi muda banyak belajar dari informasi ini. Belajar dalam arti
memenfaatkan informasi dalam upaya memajukan diri. Bukan belajar hanya menerima
dan bertahan dalam kebudayaan ini, melainkan kebudayaan itu dijadikan landasan
dan bahan perbandingan untuk maju. Setiap bidang kegiatan yang dikejar oleh
manusia untuk maju, pada umumnya dikaitkan juga dengan bagaimana keadaan bidang
itu pada masa yang lampau. Apakah bidang itu dahulu sudah baik atu maju, apakah
baru dalam fase mulai, ataukah sudah lama dikerjakan tetapi hasilnya belum
memuaskan, bagaimana konsep dan praktiknya? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan
tersebut diatas memberi dasar orang-orang yang bersangkutan untuk bertindak
lebih lanjut dalam bidang itu. Demikian juga dalam bidang pendidikan, para ahli
pendidikan sebelum menangani bidang itu, terlebih dahulu mereka memerikasa
sejarah tentang pendidikan baik yang bersifat nasional maupun yang
internasional. Dengan cara inimereka tahu apa yang sudah dikerjakan oleh
bangsanya dan hasil yang diperoleh, mereka juga bisa memeriksa apakah sudah cocok
dengan keadaan atau tujuan pendidikan sekarang. Sebagai bahan tambahan, mereka
juga mencari informasi pada sejarah pendidikan dunia.[3]
Adapun
pengertian sejarah menurut para ahli:
1) Ibnu Khaldun (1332-1406)
“Catataan tentang masyarakat umat manuia atau
peradaban dunia dan tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada watak
masyarakat itu” ( Dalam bukunya yang berjudul Mukhadimah)
2) Heradotus
Sejarawan dari yunani ini emberi arti sedikit lain
dengan pengertian yang telah ada, dimana tokoh ini memaknai bahwa sejarah tidak
berkemabang kearah masa depan dengan tujauan yang pasti, melainkan bergerak
seperti garis lingkaran yang tinggi rendahnya diakibatkan oleh perbuatan dan
keadaan manusia.
3) W. H. Walsh
Sejarah adalah sebua catatan yang penting dan berarti dan
tindakan-tindakan dan pengalaman- pengalaman manusia masa lampau.
4) Patrick Gardiner
Sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa saja yang
telah dilakuakan oleh manusia atau the study of what human being have done.
5) W .J.S. Poerwodarminto
Mengemukakan sejarah adalah:
a) Kesusastraan lama, silsilah, asal-usul.
b) Kejadian atau peristiwa yang benar-bear terjadi pada
masa lampau.
c) Ilmu pengetahuan atau cerita pelajaran tentang
kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.
6) Dr. H. Roeslan Abdulgani
Sejarah merupakan cabang ilmu pengetahuan yang
meneliti dan menyelediki secara sistematis keseluruahan perkembangan masyarakat
serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadiannya.
7) Mr. Muhammad Yamin
Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun
atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan
kenyataan berdasarkan fakta yang telah ditemukan.
8) R. Mohammad Ali
Dalam bukunya yang berjudil “Pengantar Ilmu Sejarah”,
beliau mengemukakan pendapatnyabahwa sejarah adalah:
a) Sejumlah perubahan-perubahan, kejadian-kejadian dan
peistiwa-peistiwa dalam kenyataan ekitar kita.
b) Cerita tentang peubahan-peubahan, kejadian-kejadian,
dan peristiwa-peistiwa yang merupakan realitas tersebut.
c) Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perrubahan, kejadian-kejadian,
dan peristiwa-peristiwa dalam kenyatan sekitar kita.[4]
Dari semua pengertian diatas dapat
disimpulkan bahwa sejarah adalah sesuatu yang telah terjadi dalam kehidupn
manusia pada masa yang telah lampau.
2.
Pembagian Sejarah
Berikut
pembagian sejarah secara tematik menurut Bruck:
a. Sejarah sosial
Sebenarnya banyak devinisi tentang sejarah sosial,
diantaranya yang diungkapkan oleh Robert J Bezhuca, yang menyatakan bahwa
sejarah sosial adalh sejarah budaya yang mengkaji kehidupan sehari-hari
anggota-anggota masyarakat dari lapisan yang berbeda-beda, dilanjutkan sejarah
sosial erupakan sejarah dari masalah-masalah sosial dan sejarah ekonomi lama.
Berbeda dengan Bezucha, sejarawan inggris Hobsawn mengemukakan sejarah sosial
merupakan bagian dari ilmu sejarah dari orang-orang miskin atau masyarakat
kelas bawah, dengan semua aspek yang ada didalamnya.
b. Sejarah Ekonomi
Permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh manusia pada
masa lalu, dalam sejarah sosial permasalahan ekonomi juga mendapat perhatian,
namun perbedaannya disini adalah dalam sejarah ekonomi pembahasannya lebih
terfokus pada permasalahan ekonomi yang sangat mendasar, oleh karena itulah
lebih banyak para ekonom yang bergabung dalam disiplin ilmu.
c. Sejarah Kebudayaan
Sesuai dengan objek kajiannya yaitu kebudayaan =,
sejarah kebudayaan memiliki cakupan yang sangat luas, hal ini disebabkan oleh
kebudayaan itu sendiri yang tidak bisa diartikan dalm arti sempit, kebudayaan memiliki makna
yang sangat luas. Sjamsudin mengungkapkan bahwa yang termasuk kebudayaan adalah semua bentuk manifestasi keberadapan
manusia berupa bukti atu saksi, seperti srtifact (fakta benda), mentifact
(fakta mental kejiwaan)dan socifact (fakta atau hubungan sosial).
d. Sejarah Politik
Sejarah politik mengungkap proses politik yang dialami
oleh manusia dalam dimensi waktu, proses ini bisa berupa hubungan manusia
tersebut dengan pemerintahannya. Dalam konteks kesejarahan sederhana kita bisa
mengkaitkan sejarah politik dengan pembahasan kerajaan-kerajaan pada masa lalu
dengan berbagai aspek didalamnya.
e. Sejarah Pendidikan
Huungan sejarah sebagai ilmu dengan pendidikan
sangalah erat, maka karena itu kehadiran sejarah pendidikan dianggap sama
tuanya dengan sejarah itu sendiri, walaupun di Eropa kebangkitan sejara pendidikan
dimulai tamapak pada abad ke-19. Sejarah pendidikan memiliki pendekatan
diaktronik dalam melakukan kajiannya, yang dimaksud dengan pendekatan
diaktronik disini adalah mengungkap genesis suatu fenomenon.
(Supardan,2008:305)
f. Sejarah Etnis
Sejarah etnis sangat erat kaitannya dengan
antropologi, karena kajiannya adalah etnis-etnis serta pengelompokannya,
penelitian yang dilakukan oleh sejarah etnis pun penelitian lapangan
sebagaimana yang sering digunakan oleh para antropolog. Pengelompokan etnis-etnis
sebelum datangnya bangsa eropa serta interaksi yang terjadi didalamnya
merupakan salah satu bentuk kajian dari sejarah etnis.[5]
g. Sejarah Demografi
Sejarah
demografi sudah ada sejak dulu, yakni ketika Jonh Graunt mempublikasikan
Natural and Political Observations Made Upon the Bills Mortality (1662).
Penulisan sejarah geografi tersebut didasarkan atas data kependudukan inggris
pada abad ke-16. Dewasa ini banyak para ahli demografi dan ahli geografi dengan mempertimbangkan pengalaman
di Barat yang telah mengembangkan suatu teori tentang transisi demografik yang
diharapkan dapat meramalkan dampak industrialisasi atas penduduk dingaranya
masing-masing maupun seluruh dunia. Transisi demografis ini juga dikenal
sebagai bentuk lingkaran atau siklus demografis (demographic cycle) yang
menggambarkan prosese perubahan tingkat kematian dan kelahiran pada suatu
masyarakat dari situasi dimana angka keduanya relatif tinggi jika dibandingkan
dengan situasi-situasi sebelumnya yang kedua-duanya rendah (Caldwel, 2000:217)
h. Sejarah Intelektual
Sejarah
intelektual secara filosofis hubungannya lebih erat dengan aliran fenomenologi. Dalam arti luas
fenomenologi mengkaji tentang fenomena-fenomena atau apa saja yang tampak.
Dalam hal ini fenomenologi merupakan
sebuah pendekatan yang berpusat pada analisis terhadap gejala yang membanjiri
kesadaran manusia (bagus,2000:204). Jadi singkatnya aliran ini berasumsi bahwa
kesadaran adalah realitas primer.
i. Sejarah Keluarga
Sejarah
keluarga sebagai bidang riset mulai muncul pada tahun 1950-an, sebagai bagian
tumbuhnya minat terhadap sejarah ekonomi
dan sosial (Wall, 2000:340-341). Pada umumnya orang berminat menelaah dalam
sejarah keluarga adalah merekan yang ingin mencari pemahaman mengenai cikal
bakal keluarganaya sendiri. Umumnya para sejarawan keluarga tidak merasa puas
hanya mengumpulkan nama dan tanggal-tanggal peristiwanya. Namun mereka juga
ingin mempelajari sejarah nenek moyangnya
dalam berbgai aspek kehiduapan seperti masa kanak-kanak dan remaja, pergaulan
dengan teman, tetangga, pekerjaan, pernikahan, kebiasaan-kebiasaan, sampai
akhir hayatnya.
j. Sejarah Medis
Sejarah
medis di latar belakangi oleh kebutuahan para dokter yang menyadari pentingnya
pemahaman tradisi-tradisi pengobata yang berbeda-beda pada masa lalu.
Hippocrates (lahir tahun 460 SM) telah menulis “Sumpah Kedokteran” yang
tertulis dalam Ancient Medicine, yang sampai sekarang sumpah tersebut menjadi
pijakan para dokter. Sejak abad ke-18 survey sejarah kedokteran mulai ditekuni
oleh para dokter seperti Jonh Friend, Daniel Leclerc, dan Kurt Sprengel.
Selanjutnya para dokter yang ingin menjadi anggota Royal College of Physicians
of London masih diharuskan membaca literatur antik sampai pertengahan abad
ke-19 di samping kesadaran masa kini sebagai kelanjutan masa lalu yang terus
berkembang. [6]
3. Kedudukan
dan Peranan Sejarah
Para ahli sejarah umumnya sepakat
untuk membagi kedudukan dan peranan sejarah yang terbagi atas tiga hal, yakni ;
sejarah sebagai peristiwa, sejarah cerita, dan sejarah sebagai ilmu(ismaun,
1993: 277).
a.
Sejarah sebagai
Peristiwa dan Beraneka Ragam
Adalah suatu yang terjadi pada masyarakat manusia di masa lampau. Pengertian
pada ‘masyarakat manusia’ dan masa lampau sesuatu yang penting dalam devinisi
sejarah. Sebab kejadian yang tidak memiliki hubungan kehidupan masyarakat
manusia, dalam pengertian sempit disini, bukanlah mrupakan suatu peristiwa
sejarah. Sebaliknya juga peristiwa yang terjadi pada umat manusia namun terjadi
pada sekarang, bukan pula peristiwa sejarah. Karena itu konsep siapa yang
menjadi subyek/obyek sejarah serta konsep waktu, dua-duanya menjadi penting.
Pengertian sejarah sebagai peristiwa ,
sebenarnya memiliki makna yang sangat luas dan beraneka ragam. Keluasan dan keaneragaman
tersebut sama dengan luasnya dan kompleksitas kehidupan manusia. Beberapa aspek
kehidupan kita seperti aspek sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, politik,
kesehatan, agama, keamanan, dan sebagainya, semua terjalin dala peristiwa
sejarah. Dengan demikian sangat wajar jikan untuk beberapa tema. Pembagian
sejarah yang demikian itulah yang disebut pembagian sejarah secara tematis,
seperti: sejarah sosial, sejarah politik, sejarah kebudayaan, sejarah
perekonomian, sejarah agama, sejarah pendidikan, sejarah kesehatan, sejarah
intelektual, yang akan dijelaskan pada bagian berikutnya.
Selain itu dikenal pula pembagian
sejarah berdasarkan periodisasi. Dalam pembagian sejarah berdasarkan
periodisasi tersebut dapat di ambil contoh untuk sejarah indonesia: zaman
prasejarah, zaman pengaruh Hindhu-Budha, zaman pengaruh islam, zaman kekuasaan
belanda, zaman pergerakan nasional, zaman pendudukan jepang dan lain
sebagainya.
Sejarah sebagai peristiwa sering
juga disebut sejarah sebagai kenyataan dan sejarah serba objektif. Artinya
peristiwa-peristiwa tersebut benar-benar terjadi yang didukung oleh
evidensi-evidensi yang menguatkan baik berupa saksi mata (witness) yang
dijadikan sumber-sumber sejarah (historical sources), peninggalan- peninggalan
(relics atau remains) dan catatan-catatan atau records (Lucey, 1984: 27).
b. Sejarah
sebagai Cerita
Bahwa
sejarah itu pada hakikatnya merupakan hasil rekontruksi sejarawan terhadap
sejarah sebagai peristiwa berdasarkan fakta-fakta sejarah yang di milikinya.
Dengan demikian didalamnya terdapat pula penafsiran sejarawan terhadap makna
suatu peristiwa. Perlu diketahui bahwa buku-buku sejarah yang kita baca, baik
buku pelajaran sekolah, karya ilmiah di perguruan tinggi, maupun buku-buku
sejarah lainnya, pada hakekatnya lebih merupaka bentuk-bentuk konkrit sejarah
sebagai peristiwa (Ismaun, 1993: 280).
Dengan
demikian pula bahwa sejarah sebagai cerita, merupakan sesuatu karya yang di
pengaruhi oleh subjektivitas sejarawan. Sebagai contoh, tentang biografi
Diponegoro. Jika ditulis oleh sejarawan Belanda yang pro-pemerintah kolonial,
maka Diponegoro dalam pikiran dan pendapatnya mumgkin saja dipandang sebagai
‘pemberontak’ atau ‘penghianat’ .sebaliknya jika biografinya di tulis oleh
sejarawan yang pro-perjuangan bangsa indonesia, sudah dapat diduga bahwa
Diponegoro adalah ‘pahlawan’ bangsa indonesia. Disinilah letak sejarah sebagai
cerita lebih bersifat subjektif. Artinya memuat unsur-unsur dari subjek, si
penulis/sejarawan sebagai subjek turut serta mempengaruhi atau memberi ‘warna’,
atau ‘rasa’ sesuai dengan ‘kacamata’ atau selera subjek, oleh karena itu tidak
aneh jika sejarah sebagai cerita sering disebut ‘’sejarah serba subjektif’’.
c. Sejarah
sebagai Ilmu
Dalam pengertian ini kita mengenal
definisi sejarah yang bermacam-macam, baik yang menyangkut persoalan kedudukan
sejarah sebagai bagian dari ilmu sosial, atau sejarah sebagai bagian ilmu
humaniora, maupun yang berkembang di sekitar arti makna dan hakikat yang
terkandung dalam sejarah. Bury (Teggart, 1960:56) secara tegas menyatakan “History is science; no less, and no more”. Pernyataan tersebut tidak
bermaksud untuk memberikan penjelasan batasan suatu konsep, melainkan hanya
memberikan tingkat pengkategorian sesuatu ilmu atau bukan. Penjelasan tersebut
jelas tidak memadai untuk mempeoleh suatu pengertian. Definisi yang cukup
simpel dan mudah dipahami diperoleh dari Carr (1982:30). Yang menyatakan, bahwa
“histoty is a continuous process of interaction between the historian and his
facts, and unending dialogue between the present and the past”
Pendapat Carr tersebut sejalan dengan
pandagan Colingwood yang berpendapat bahwa sejarah itu merupakan riset atau
suatu inkuiri. Colingwood selanjutnya menegaskan bahwa sasaran penyusunan
sejarah adalah unuk membentuk pemikiran
agar kita dapat mengemukakan pertanyaan-pertanyaan dan mencoba menemukan
jawaban-jawabanya. Oleh karena itu menurut Colinfwood, “all history is the history of
thought”, semua sejarah itu adalah sejarah pemikiran. Sebagaimana telah
dikeukakan sebelumnya bahwa sejarah dapat didefinisikan sebagai bentuk
penggambaran pengalaman kolektif dimasa lampau. Pengalaman kolektif inilah yang
merupakan landasan untuk menentukan identitasnya. Seperti dalam kehidupan masyarakat tradisional, identitas seseorang
dikembalikan ke asal-usulnya bahkan sampai ke mitologinya.[7]
4.
Pengertian Geografi
Ditinjau dari etimologi , geografi
berasal dari bahasa yunani yang terdiri atas dua kata, yaitu Geo berarti Bumi
dan Grapheir berartimenulis. Gabungan dua kata tersebut membentuk kata baru geographica dan selanjutnya menjadi
geografi yang berarti “ tulisan atau penjelasn tentang ilmu bumi”. Istilah
geografi di beberapa negara disebut dengan istlah berbeda, seperti Geography (
Inggris) Geographic (Prancis), die geopraphic/die erdkunde (jerman), geografiv
/ oardrijkskunde (belanda) , dan geographika (yunani).
Geografi adalah ilmu tentang lokasi serta
persamaan dan perbedaaan (variasi) keruangan atas fenomena fisik dan manusia
diatas permukaan bumi. Geografi tidak
hanya menajwab apa dan dimana permasalahan yang terdaapat diatas muka
bumi, tetapi juga berusaha menjawab pertanyaan mengapa disitu dan tidak
ditempat lain . kadang-kadang orang mengartikan geografi secara sempit, yakni “
lokasi pada ruanagan”. Pada dasarnya geografi mempelajari hal itu, baik yang
disebabkan oleh alam atau manusia dan mempelajari akibat yang disebabkan dari
perbedaan yang terjadi. Adapun obyek studinya adalah relasi manusia dengan sesamanya dan dengan alam
lingkungannya pada ruang tertentu dipermukaan bumi. Secara spesifik landasan
studinya sebagai berikut :
a.
Konsep dasar,meliputi
kesamaan dan perbedaan permukaan bumi , hubungan lingkungan fisik dengan
lingkungan manusia,dan keaslian asal-usul dan komposisisi kelonpok dengan
manusia sebagi hasil posisi geografi, tempat, distribusi , dan perencanaan
b.
Metode penelitian
adalah regional . dalam metode ini satu wilayah dibagi dalam pemetaan
berdasarkan cuaca , vegetasi, dan bentuk tanah dan pengamatanl langsung.
c.
Tingkat kepentinganya
dalam IPS, yakni membantu dalam memahami hubungan antara manusia dan
lingkungannya dan dalam memahami ciri-ciri fisik bumi.[8]
Beberapa
pengertian gografi menurut bebrapa ahlli dan organisasi geografi:
1)
Sidney E. Elkblaw dan
Donald J>D. Mulkerne berpendapat bahwa geografi adalah ilmu tentang Bumi dan
kehidupan yang ada di atasmnya.
2)
Drs. N. daldjoeni
berpendapat bahwa geografi yang mencitrakan, menerang kan sifat-sifat bumu
,menganilisis gejala-geljala alam dan
penduduk,serta mempelajari corak yang khas tentang kehidupan dari
unsure-unsur bumi dalam ruang dan waktu.
3)
Bintarto berpendapat
bahwa geografi adalah ilmu pengetahuan yang mencitrakan, menerangkan
sifat-sifat Bumi,menganalisis gejala-gejala alm dan penduduk , serta
mempelajari corak yang khas tentang kehidupan dari unsure-unsur bumi dalam
ruang dan waktu.
4)
Dari seminar lokakarya
geografi di Semarang 1998 dalam rangka peningkatan kualitas pengajaran geografi
dihasilkam rumusan. Bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan
perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kemilayahan atau kelingkungan
dalam konteks keruangan.[9]
5.
Pembagian
geografi
a.
Geografi fisik
Geografi
fisik memusatkan pada geografisebagai ilmu bumi menggunakan biologi untuk
memahami pola flora dan fauna global , dan matematika dan fisika untuk memahami
pergerakan bumi dan hubungannya dengan anggota tata surya yang lain , termasuk
juga di dalamnya ekolodi muak bumi dan geografi lingkungan.
b.
Geografi manusia
Geografi
manusia disebut juga antropogeohrafi yang focus sebagai ilmu social, aspek
non-fisik yang menyebabkan fenomena dunia. Mempelajari baagaimana manusia
beradaptasi dengan wilyahnya dan manusia lainnya, dan pada transformasi
makroskopis bagaimana amnesia brperan di dunia, bias dibagi menjadi : geografi
ekonomi ,geografi politik (termasuk geopolotik), geografi social (termasuk
geografi kota), geogarfi fenimisme dan geografi militir.
c.
Geografi manusia-lingkungan
Selama
masa determinasi lingunagn, geografi bukan merupakan ilmu tentang hubungan
keruangan, tetpi tentang bagaimana
manusia danlingkungannya berinteraksi , walaupun paham determinasi lingkunagn
sudah tidak berkembangan,masih ada tardisi kuat di natara geographer untuk
mengkaji hubungan antara manusia dengan alam, terdpat dua bidang pada geografi
manusialingkungan :ekologi budaya dna politik dan penelitian resiko bencana,
banyak lingkungan yang sudah dirusak oleh manusia , seharusnya sudah menjadi
tuags manusia yang aharus menjaga dan melesrarikan lingkungannya,mungkin alam
sudah tidak akan kuat bertahan lagi
d.
Perencanaan dan
pengembangan wilayah
Dikembangkan
pada sekitar tahun 1980-an oleh para geografian eropa, terutama dari Nederland,
saat kerjasama universitas antar ke2 negara dilakukan , sejumlah ahli geografi
asal belanda ikut serta dalam program pencangkokan dosen di UGM , hasilnya
adalah lahirnya program studi baru bernama program studi perencanaan
pengembangan wilayah dan sekarang lebih dikenaldengan program studi
pengembangan wilayah. Sebelum berdirimenjadi
disiplin tersendiri yang memadukan ilmu geografi denganilmu oerencanaan
wilayah , proyek ini dikenal dengan namaRutral and Regional Development
Planning (RRDP) . selain itu dapat dijelaskan bahwa perencanaan dan
pengmebabangan wilayah dpapat berkaitandengan ilmu-ilmu social terutama terait
dengan fenomena social yang terjadi di masyarakat, sehingga sangat
bersinggungan dengan konsep-konsep danteori-teori social yang ada.
e.
Ekologi budaya dan politik
Ekologi
budaya muncul sebagaihasil kerja Carl Sauer pada geografi dan pemikiran dalam
antropologi . ekologi budaya mempelajari bagaimana manusia beradaptasi dengan
lingkunagn alamnya. Ilmu keberlanjutan (sustainability) kemudian tumbuh dari
tradisi ini.ekologi polotik bangkit ketika beberP feografer menggunakan aspek
geografi krotos untuk melihat hubungan kekuatan alam bagaimana pengaruhnya
terhadap manusia Misalnya studi yang
berpengaruh oleh Michael Watts berpendapat bahwa kelaparan di sahel disebabkan
oleh perubahan sistem politik ekonomi diwilayah itu sebagai hasil dari
kolonialisme.
f. Penelitian
resiko-bencana
Penelitian
pada bencana dimulai oleh Gilbert F. While, yang mencoba memahami mengapa orang
tinggal ditaran rendah yang mudah terkena bencana banjir. Sejak itu, bidang ini
berkembang menjadi multi disiplin dengan mempelajari bencana alam (seperti
gempa bumi) dan bencana teknologi (seperti kebocoran reaktor nuklir). Geografer
yang mempelajari bencana tertarik pada dinamika bencana dan bagaimana manusia
dan masayarakat menghadapinya.
g. Geografi
sejarah
Geografi
sejarah tentu saja merupakan akibat timbal balaik dari geigrafi dan sejarah.
Tetapi di amerika serikat, mempunyai arti yang lebih spesifik. Dan ini
dikenalkan oleh Carl Ortwin Sauer dari universitas california, Berkeley dengan
progamnya mereorganisasi geografi budaya (beberapa orang menyebutkan semua
geografi) pada semua wilayah, dimulai pada awal abad ke-20. Bagi sauer, muka
bumi dan budaya diatasnya hanya bisa dipahami jika mempelajari semua pengaruh
budaya, ekonomi, politik, lingkungan menurut sejarah. Sauer menekankan kajian
wilayah sebagai satu-satunya cara untuk mendapatkan kekhususan pada wilayah
diatas bumi. Filosofi sauer meupakan pembentuk utama pemikiran geografi di
amerika pada pertengahan abad ke-20. Sampai sekarang kajian wilayah masih
menjadi bagiandepartemen geografi di kampus-kampus Amerika serikat. Tetapi
banyak geografer beranggapan ini akan membahayakan ilmu geografi itu sendiri
untuk jangka panjang, penyebabnya adalah terlalu banyak pengumpulan data dan
klasifikasi, sementara analisis dan penjelasaanya terlalu sedikit. Studi ini
menjadi lebih spesifik pada wilayah sementara geografi angkatan berikutnya
berusaha mencari nama yang tepat untuk ini, yang menyebabkan krisis 1950-an
pada geografi yang hampir mengahancurkan sebagai disiplin akademis. [10]
6.
Prinsip
dasar geografi
Prinsip
dasar geografi yang digunakan untuk memahami atau menjelaskan fenomena geografi
ada empat yaitu sebagai berikut :
a.
Lokasi
Salah satu tugas utama geografi adalah
mengidentifikasi dan mencatat lokasi suatu tempat, kenampakan. Dan kegiatan
penduduk bumi. Penentuan lokasi dipermukaan bumi dilakukan dengan pegukuran
matematika yang dikenal dengan surveying.
b.
Hubungan
keruangan
Hubungan keruangan merupakan hubungan
tempat, kenampakan bumi, dan penduduk karena lokasinya. Hubungan keruangan
adalah penting dalam pembangunan daerah dan kegiatan penduduk.
c.
Karakteristik
wilayah
Seorang geograf tentu ingin mengetahui
karakteristik suatu wilayah, selain lokasinya. Geografi juga ingin mengetahui
betuk lahan, iklim, serta jenis hewan dan tumbuhan yang hidup diwilayah
tersebut.
d.
Tenaga
pengubah bumi
Perubahan muka bumi dapat disebabkan oleh
kegiata manusia. Geografi mempelajari proses pembentukan bentang alam pada masa
lalu dan proses bentang alam yang berubah pada masa yang akan datang.[11]
7.
Peran
geografi dalam prespektif globa
Dalam kehidupan yang semakin
berkembang,manusia sebagai pengembang dan penga[likasi ilmu pengetahuan terus
mengalami tantangan. Tantangan tersebut tidak hanya muncul karena kebutuhan
yang semakinberagam dan kompleks ,tapi juga bumi semakin terbatas daya
dukungnya untukmenapung kehidupan itu sendiri.
Secara aplikasi peran geografi sebagai suatu ilmu mengalami perkembangan
seiring dengan kebutuhan dan tantangan pada jamannya.pada saat sebe;um masehi
dan abad 15 setelah masehi, keingin tahuan tentang bumi baik secara fisik/alam
maupun manusia begitu dominan,sehingga saat itu perjalanan dan pengukuran
permukaan bumi dilakukan secara intensif . peranan histerigrafi dan ilmu alam
saat sangat penting.
Abad pertengahan (abad 15 M), ekspansi permukaan bumi melalui perjalanan
untuk perdagangan , penjelajahan dan penyerbaran agama sangat dominan sehingga dikenal dengan konsep
libenstraum. Pengetahuan tentang bumi tidak hanya disebarluaskan melalui
persekolahan , tapi juga dibentuk perkumpulan2 geograf yang bertugas menyebarluaskan
berbagai ekspedasi. Penelitian dan mensuport berbagai keburuhan ekspedisi,
jurnal geografi pun diterbitkan untuk memperluas dan mensuport penggalian
tentang permukaan bumi.
Abad
15 sampai 19, semangat penjelajahan masih tetap tinggi,namun posisinya
bertamabah bahkan menjadi semakin strategis. Dipersekolahan geografi diberikan
untuk menganal lebih jauh karakteritik negara sendiri dan negara lain . tujauan
utamanya adalah memperkuat nasionalisme dan community sentiment, membangun
bahwa kita adalah satu kestauan.
Masa setelah Perang Dunia II atau tahun
1950an, membawa perubahan besar dalam geografi baik secara praktix maupun
teoritis, masa itu adalah masakrisiekonomi , rekrontuksi dan dekoloniasi ,
banyak negara yang mengalami perubahan politik dan tata rung, masaitu menurut Harsthorne, geografi menjadi “ Broad
Propaedeutic Disiplin”.
Postmodernism
tahun 1980an merupakan bentuk perkembangan ilmu geografi lebih lanjut ,dari
“post-kolonialor feminist positionsand poststructural and postmodernatin “
(peet. 1998). Kajian geografi abad postmodernism menurut Dear (1998), geografi
dari university of southern California , adalah sebagai berikut :
a.
Cultural landscapes and
place making
b.
The economic Lndscapes
of post fordism
c.
Philosophical and
theoretical dispute related to space and problem of language
d.
Problem of reprensatin
in geographical writing and cartography
e.
Polotics of
posmodernity, feminist geography’s discontent with postmodernism questions of post-colonialism
f.
The contructinos of the
individual and boundaries of the self (i.e the issue of identity)
g.
Reassertion of natural
and environment issues
Adapun isu-isu yg relavan dikaji oleh geografi
pada saat ini adalah antara lain:
1) Perubahan
Tata Ruang Bumi
Bumi
sampai saat ni masih dianggap sebagai satu-satunyaa planet yang dapat dihuni oleh manusia . sejak
pembektukannya, atai sejak dihuni oleh manusia sampa sekarang , luas permukaan
bumi relative tetap, namun disisi lain , manusia sebagai
salah satu penghuni bumi meningkat
dengan cepat . seiring dengan pertumbuhan penduduk tersebut, kebutuhan manusia akan
berbagai kebutuhan semakinmeningkat.
Lahan untuk pemukiamn , industry , pendidikan , kesehataan dan daerah
terbangun lainnya. Di sisi lain ,kebutuhan ruang yang bersifat alami tetap diperlukan
untuk mendukung kehidupan , karena ada unsur-unsur alam yang tidak dapat
diproduksi oleh manusia.
Keberadaannya sangat bergantung pada alam, seperti udara bersih,
air bersih , lahan hutan lahna pertanian
dan sebagainnya. Eksploitasi alam tersebut ,menimbulkan dampak negative pula
terhadap kehidupan manusia. Banjir , kekringan , kebakaran hutan dan lain2
adalah akibat yang muncul karena adanya ketidakseimbangan lingkungan, pengorganisasian
ruang, konsep perencanaan pembangunan berwawasanlingkungan , evaluasi
kesesuaian lahan, evaluasi danprediksi daya dukung lahan, menjadi suatu
keharusan , konstribusi ilmu geografi baik secara teoritis maupun praktis
sangat diperluakan.
2)
Ketimpangan Spatial Sumberdaya
Dalam hidup keseharian manusia perlu didukung oleh sumber daya, sumberdaya
yaitu segala sesuatu yang ada dalam geosystem yang bernialai bila diolah dan
digunakan oleh manusia (blunden ,1985). Dalam hal ini, Sumaatmadja (1996)
membedakan sumberdaya menjadi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia. Sumber daya alam merupakan komponen2 yang ada
di alam yaitu air, tanah,udara, mineral, hewan dan binatang, sumberdaya
manuusia segala kemampuan dan potensi yang da dalam diri manusia dapat berupa
tenaga, keahlian atau kemampuan intelektual , kepribadian.
Coates membedakan sumberdaya alam
menjadi 3 bagian yaitu sumberdaya yang dapat diperbarui, sumber daya tidak
dapat diperbarui, dan yang bersifat planet seperti matahari. Udara. Iklim.
Masalah yang berkaitan sumber daya antara lain: jumlah terbatas , penyebaran
tidak merata, baik jumlah ,aupun kualitas, kemapuan manusia dalam memanfaatkan
sumberdaya tidak sama.
Jumlah
penduduk dunia tahun 2005 berjumlah 6,48 miliyar hanya 1,2 miliyar berada di
negara maju , sisanya (5,3 miliyar ) berada dinegara sedang berkembang . negara
sedang berkembang identik dengan negara yang mempunyai tingkat pendapatanya
rendah , sanitasi lingkungan yang jelek, pertumbuahn penduduk tinggi ,
kemampuan menabung rendah , tingkat produktifitas terbatas, tingkat pendidikan
dan ketrampilan rendah, adopsi teknologi yang efisien terbatas, keterbatasab
memilih, dan kurangnnya rasa percya diri. Todaro (1970) menamai multimedimensi
keterbelakangan tersebut dengan vicius circle. Kondisi ini sangat menyebabkan munculnya ketimpangan
pembangunan baik secara local, regional, maupun antar negara, bahkan benua. Geografi memberikan wawasan ,pengetahuan
mengenal berbagai potensi sumberdaya dan pengalolaan sumberdaya dan
penegelolaan sumberdaya secara efisien dan efektif. Dengan mengenal berbagai
potensi sumberdaya khususnya alam,maka distribusi penduduk sebagai objek dan
subjek dalam pengembangan sumber daya dapat didistribusikan secara lebih
seimbang.
3) Mitigasi
Bencana
Bencana
atau peristiwa yang menyebabkan kerusakan khusunya kerusakan lingkunagn telah
lama ada sejak jaman dahulu , bahkan telah ada seiring dengan pembentukan bumi
itu sendiri, namun peristiwa itu tidak banyak menimbulkan masalah selama
terjadi pada tempat yang tidak dihuni
oleh manusia. Bencana alam dirasakan menjadi sumber malapetaka, disaat menimpa
tempat yang banyak penduduknya. Bencana , baik yang alam maupun yang beruap
akibat ulah manusia , banyak menimbulkan berbagai penderitaan dan kerugian ,
karena itulah muncul pengelolaan penanganann bencana atau lebih dikenal dengan
mitigasi bencana.
4)
Disintegrasi Bangsa
Perpecahan
atau perpisahan diri dari kesuatuan negara atau bangsa, seringkali tidak dilator belakangi oleh alas
an tunggal. Namun muncul dariadanya ketidakpuasan , seperti tidak adilnya
pelayanan pemerintah , kecemburuan sosial, ketidakseimbangan pembangunan ,
ketidak adilan pmerintah pusat pemerintah terhadap daerah, miskomunikasi, dsb.
Menrurut tri putranto (2002) disitregasi bangsa dapat terjadi karena adanya
konflik vertical dan horizontal serta konflik komunal sebagai akibat tuntutan
demoktasi yang melampaui batas , sikap primodialisme bernuansa SARA , konflik
antara elite politik, lambatnya pemulihan ekonomi , lemahnya penegakan hokum
dan HAM serta kesiapan pelaksanaan Otonomi Daerah.[12]
C.
ANALISIS
DAN DISKUSI
1.
Analisis
Ternyata sejarah dan geografi itu
mempuyai hubungan yang saling berkaitan. Karena sejarah tidak akan ada apabila
tidak ada geografi, sebab kedua ilmu itu saling mengiringi. Dan apabila
dibedakan mungkin hanya sedikit perbedaan dari kedua ilmu tersebut.
Sejarah dan geografi sebagai kajian Ilmu
Pengetahuan Sosial maksudnya adalah sejarah dan geografi mempunyai makna yang
hampir sama dengan ilmu pengetahuan sosial. Sehingga sejarah dan geografi
menjadi sebuah kajian utama dalam ilmu pengetahuan sosial, selain itu apabila
kita mendengar ilmu pengetahuan sosial pasti yang kita ingat adalah sejarah dan
geografi.
Disisi lain sejarah dan geografi itu
sangat penting bagi kita karena apabila sejarah dan geografi tidak ada maka
kita juga tidak akan ada, serta sejarah dan geografi iyu merupakan objek dimana
kita dapat mengetahui bagaimana asal-usul manusia serta bumi.
Sejarah dan geografi ternyata juga
mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap ilmu pengetahuan sosial. Karena
kedua ilmu tersebut meupakan jembatan utama dalam ilmu pengetahuan sosial yang
mana sejarah dan georafi mempunyai sebuah hubungan yang sangat erat. Serta
kedua ilmu tersebut juga sama membahas tentang asal-usul.
Sejarah dan georafi sebenarnya juga
mempunyai perbedaan walaupun hanya sedikit, yaitu terletak pada kajian
pembahasan asal-muasal sebuah benda hidup maupun benda mati. Seain itu sejarah
dan geografi sering dikait-kaitkan dengan kehidupan dimuka bumi ini karena
sejarah yang membahasa tentang manusia dan geografi membahsas tentang bentuk muka
bumi.
Sejarah mempunyai kedudukan dan peranan
yang sangat penting, yaitu, sejarah sebagai suatu peristiwa dan beraneka ragam,
sejarah sebagai cerita, dan yang terakhir sejarah sebagai ilmu. Dimana
ketiganya saling berkaitan.
Geografi juga mempunyai peran dalam
perspektif global dimana geografi membahas tentang perubahan tata ruang bumi,
ketimpangan spatial sumberdaya, mitigasi bencana, dan disintegrasi bangsa.
2.
Diskusi
a. Mengapa
sejarah dan geografi sebagai kajian IPS?
b. Apakah
yang dimaksud dengan periodisasi dan kronologi dalam sejarah?
c. Bagaimana
cara memilih informasi daalam ilmu sejarah?
d. Apa
perbedaan antara sejarah ekonomi dan
politik?
Jawaban
a. Sejarah
dan geografi sebagai kajian Ilmu Pengetahuan Sosial maksudnya adalah sejarah
dan geografi mempunyai makna yang hampir sama dengan ilmu pengetahuan sosial.
Sehingga sejarah dan geografi menjadi sebuah kajian utama dalam ilmu
pengetahuan sosial, selain itu apabila kita mendengar ilmu pengetahuan sosial
pasti yang kita ingat adalah sejarah dan geografi. Disisi lain sejarah dan
geografi itu sangat penting bagi kita karena apabila sejarah dan geografi tidak
ada maka kita juga tidak akan ada, serta sejarah dan geografi iyu merupakan
objek dimana kita dapat mengetahui bagaimana asal-usul manusia serta bumi. Sejarah
dan geografi juga mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap ilmu
pengetahuan sosial. Karena kedua ilmu tersebut meupakan jembatan utama dalam
ilmu pengetahuan sosial yang mana sejarah dan georafi mempunyai sebuah hubungan
yang sangat erat. Serta kedua ilmu tersebut juga sama membahas tentang
asal-usul.
b. -Periodisasi
yaitu suatu momentum yang dapat memberikan petunjuk adanya karakteristik dari
suatu kurun waktu yang satu berbeda denga kurun waktu yang lainnya. Atau juga
bisa dikatakan sebagai serangkain serial urutan zaman.
-Sedangkan kronologi
yaitu suatu urutan peristiwa sejarah yang terjadi berdasarkan urutan waktu yang
sesuai dengan urutan waktu kejadian dari peristiwa sejarah sehingga tidak
meloncat-loncat.
c. Ada banyak cara untuk memilah informasi dalam sejarah,
antara lain berdasarkan kurun waktu (kronologis), berdasarkan wilayah
(geografis), berdasarkan negara (nasional), berdasarkan kelompok suku bangsa
(etnis), berdasarkan topik atau pokok bahasan (topikal).
d. -Sejarah
ekonomi membahas permasalahan ekonomi
yang dihadapi oleh manusia pada masa lalu, dalam sejarah sosial permasalahan
ekonomi juga mendapatkan perhatian. Sejarah ekonomi pembahasannya lebih
terfokus pada permasalahan ekonomi yang sangat mendasar.
-Sedangkan sejarah
politik mengungkap proses politik yang dialami oleh manusia dalam dimensi waktu,
proses ini bisa berupa hubungan manusia tersebut
dengan pemerintahannya. Dalam konteks kesejarahan sederhana kita bisa
mengkaitkan sejarah politik dengan pembahasan kerajaan-kerajaan pada masa lalu
dengan berbagai aspek didalamnya.
D.
KESIMPULAN
Dari
pembahasan diatas dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Sejarah
adalah sesuatu yang telah terjadi dalam kehidupan manusia pada masa lampau. Sejarah adalah topik ilmu pengetahuan yang sangat
menarik. Tak hanya itu, sejarah juga mengajarkan hal-hal yang sangat penting,
terutama mengenai: keberhasilan dan kegagalan dari para pemimpin kita, sistem
perekonomian yang pernah ada, bentuk-bentuk pemerintahan, dan hal-hal penting
lainnya dalam kehidupan manusia sepanjang sejarah.
2. Sejarah
di bagi menjadi 10 bagian yaitu: sejarah sosial, sejarah ekonomi, sejarah
kebudayaan, sejarah politik, sejarah pendidikan, sejarah etnis, sejarah
demografi, sejarah intelektual, sejarah keluarga dan sejarah medis. Landasan
studi sejarah ada 4 yaitu: objek studinya, konsep dasar yang melandasi, metode
penelitiannya, dan tingkat kepentingannya terhadap IPS.
3. Sejarah
mempunyai kedudukan dan peranan yang sangat penting yaitu sejarah sebagai suatu
peristiwa dan beraneka ragam, sejarah sebagai cerita, sejarah sebagai ilmu.
4. Geografi adalah ilmu pengetahuan yang membahas tentang
bumi, kehidupannya serta isinya.
5. Geografi dibagi menjadi 7 bagian yaitu: geografi
fisik, manusia, manusia-lingkungan, perencanaan dan pengembangan wilayah,
ekologi budaya dan politik, penelitian resiko-bencana, dan geografi sejarah. Landasan
studi geogarfi ada 3 yaitu: konsep dasar, metode penelitian adalah regional,
dan tingkat kepentingannya teradap IPS.
6. Prinsip dasar yang digunakan untuk memahami atau
menjelaskan fenomena geografi ada 4 yaitu: lokasi, hubungan keruangan,
karateristik wilayah dan tenaga pengubah bumi.
7. Peran geografi dalam perspektif global yaitu dimana
geografi membahas tentang perubahan tata ruang bumi, ketimpangan spatial
sumberdaya, mitigasi bencana, dan disintegrasi bangsa.
DAFTAR
RUJUKAN
Ali,
Muhammad. Dkk. (2007) Ilmu dan Aplikasi Pendidikan, Bandung: PT. Imperial Bhakti Utama.
Abdullah.
T, dan Surjomiharjo, A, (1985) Ilmu Sejarah dan Histogtrafi Arah Perspektif.
Jakarta: Gramedia.
Bintarto,
R. dan Suprapto Hadisumarno. 1979. Metode Analisis Geografi. Jakarta: LP3ES.
Najib
Batu Sangkar. 2010. Pembagian Ilmu Sejarah. Wordpress
Pidarta,
Made. 2009. Landasan Kependidikan (Stimulus Pendidikan Bercorak Indonesia).
Jakarta: PT Asdi Mahasatya.
Warsito,
Bambang. 2009. Konsep Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial. Malang: Surya Pena
Gemilang
Wikipedia
Bahasa indonesia Ensiklopedia bebas. 2011
[1] Rahmi P.,dkk,Sejarah untuk SMA
atau MA. Hlm 4
[2] Bambang warsito, Konsep Dasar
Ilmu Pengetahuan Sosial, hlm 8
[3] Made pidarta, Landasan
kependidikan, hlm 109-110
[4] Rahmi P.,dkk, sejarah SMA atau
MA, hlm 4-5
[5] Najib Batu Sangkar. 2010. Pembagian
Ilmu Sejarah. Wordpress
[6] Muhammad Ali. Dkk, Ilmu dan Aplikasi Pendidikan, hlm
353-356
[7] Ibid.,hlm 344-348
[8] Bambang warsito, Konsep Dasar
Ilmu Pengetahuan Sosial, hlm 6
[9] Tim penyusun PR, geografi untuk
SMA dan MA, hlm 2
[10] Wikipedia Bahasa indonesia enskilopedia bebas, 2011
[11] Tim penyusun PR, geografi untuk
SMA dan MA, hlm 8
[12] Muhammad ali. Dkk, Ilmu dan Aplikasi Pendidikan, hlm
393-397







0 komentar:
Posting Komentar